EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Akhirnya Pemprov Kaltim menanggapi serius kejadian luar biasa (KLB) Difteri. Dengan tegas, Pemprov menyatakan kondisi Kaltim saat ini dinyatakan berstatus siaga difteri, menyusul sudah 3 daerah di Kaltim berstatus KLB difteri.
Hal tersebut disimpulkan setelah melakukan rapat koordinasi stakeholder terkait, di kantor Gubernur Kaltim pada Rabu (24/1/2018) kemarin. Melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan turut hadir Majelis Ulama Indoensia (MUI) Kaltim dan pihak terkait lainnya.
Baca: Batasi Dana Kampanye, KPU Kaltim: Jika Lebih, Paslon Bisa Digugurkan
Kepala BPBD Kaltim Frederik Bid menyatakan, status siaga ini diberlakukan karena sudah ada 3 daerah yang dinyatakan KLB wabah difteri. Antara lain, Kota Balikpapan, Samarinda dan terakhir Kabupaten Kutai Timur. Olaeh karena itu, menurutnya, saat ini pemprov menetapkan status siaga kasus difteri.
“Penetapan status ini agar bisa mempersiapkan pencegahan lebih baik. Saat ini sudah ada 3 daerah dinyatakan KLB, sehingga status kaltim saat ini siaga untuk penyakit difteri,” katanya, usai rapat koordinasi (rakor) terkait wabah penyakit tersebut di Kantor Gubernur Kaltim.
Frederik menyatakan, sesuai dari arahan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, diminta seluruh pihak dapat bersama-sama menangani kasus tersebut. Terkhusus kepada pemda agar dapat maksimal menangani wabah ini.
“Diharapkan agar mereka (pemkab/pemkot) di setiap daerah menyiapkan segala fasilitas kesehatannya untuk menangani wabah difteri ini,” ujarnya.
Sementara, Plt Sekprov Kaltim Meiliani usai memimpin rakor tersebut kepada awak media menuturkan, untuk mengantisipasi kondisi ini, Pemprov Kaltim melalui rumah sakit daerah maupun puskesmas sudah menyiapkan suntik vaksin difteri, baik untuk anak-anak maupun orang tua. Ia memastikan ketersediaan vaksin masih mencukupi, baik di rumah sakit maupun di puskesmas se-Kaltim.
“Jangan ada lagi rumah sakit atau puskesmas yang beralasan tidak ada vaksin atau tidak menerima pemberian imunisasi. Karena ini statusnya sudah siaga,” tegasnya.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk berbondong-bondong mengunjungi rumah sakit dan puskesmas terdekat untuk diberi imunisasi terutama kepada anak-anak.
Berita terkait: Soal Vaksin Difteri, MUI Kaltim Membolehkan
“Jadi, masyarakat jangan terlalu khawatir. Semoga saja, kasus ini dapat segera berakhir dan tidak menimbulkan korban yang meninggal dunia," harapnya.
Ia menyebut, saat ini jumlah kasus difteri terdeteksi ada 19 kasus yang positif. Dengan temuan tersebut, kata dia, pemprov belum menetapkan status KLB namun masih sebatas siaga atau waspada. Namun demikian, tuturnya, bukan berarti pemprov tidak serius menangani wabah tersebut.
“Semua pihak harus tetap siaga. Pihak rumah sakit maupun puskesmas diminta agar tidak membuat masyarakat panik, apalagi mengeluhkan kerja pemerintah. Kita juga harus serius mengantisipasi terjadinya penularan virus dari difteri tersebut. Harus diingat bahwa penyakit ini tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga orang dewasa," pesan Meiliana. (*)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Waspada Difteri, Wawali Basri Ajak Masyarakat Hidup Bersih
ekspos tv
VIDEO: Rilis Sejumlah Kasus, Kapolres Bontang Apresiasi Kinerja Satuan dan Peran Serta Masyarakat
ekspos tv
VIDEO: Curi Motor Warga, Residivis Ranmor Kembali Diciduk Polisi
ekspos tv

