EKSPOSKALTIM, Mahulu- Pemasangan jembatan bailey menjadi prioritas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Mahulu tahun ini.
Jembatan rangka baja ringan itu akan menghubungkan jalan-jalan yang dibelah sungai di sepanjang Jalan Poros Kutai Barat menuju pusat Pemerintahan Kabupaten Mahulu.
“Ada 15 sungai kecil dan besar yang membutuhkan jembatan bailey. Salah satunya Sungai Ratah di Kampung Long Gelawang," kata Andreas Aryo Setyo, kasi Preservasi Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Mahulu, di kantornya, Jalan Mangga, Senin (10/4).
Menurutnya, saat ini sepanjang jalan poros tersebut masih menggunakan jembatan sementara dari kayu. Dan sewaktu-waktu bisa roboh jika dilalui kendaraan roda dua dan empat.
"Kita lihat dulu sungai mana yang betul-betul darurat dan itu yang kita dahulukan. Anggaran pemasangannya sendiri dari APBD," ujarnya.
Diketahui, saat ini material jembatan bailey sudah disiapkan untuk 13 unit jembatan yang merupakan bantuan dari provinsi pada 2016 lalu. Namun Andreas belum bisa memastikan apakah jembatan tersebut bisa dipasang semua tahun ini.
"Targetnya sih bisa dipasang semua. Kita sesuaikan kondisi di lapangan nanti, karena masing-masing mempunyai tingkat kesulitan dan ukuran sungai yang berbeda," jelasnya.
Setelah ada keputusan pemenang lelang akhir April mendatang, pemasangan jembatan bailey akan segera dilaksanakan. "Kita langsung action di lapangan," tutupnya.(Adv)

