EKSPOSKALTIM, Bontang - Seminggu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Bontang mulai melonjak. Kebutuhan pokok yang mengalami peningkatan harga, terjadi pada bumbu dapur yang notabene banyak diperlukan masyarakat saat lebaran.
Namun, ada juga sejumlah kebutuhan pokok yang harganya relatif masih stabil seperti harga cabai Rp 30 ribu per kilogram, tepung terigu Rp 9 ribu per kilogram, dan mentega Rp 15 ribu per kilogram. Bahkan, harga bawang putih turun dari Rp 38 ribu menjadi Rp 34 ribu per kilogram, begitu juga harga tomat sedikit mengalami penurunan dari Rp 14 ribu menjadi Rp 13 ribu.
“Beberapa kebutuhan pokok memang naik, misalnya harga bawang merah yang naik dari harga Rp 35 ribu perkilogram menjadi Rp 38 ribu perkilogram, lalu kacang tanah dari harga Rp 25 ribu menjadi 29 ribu perkilonya,” kata Alfi, salah seorang pedagang di Pasar Rawa Indah, Bontang Utara, Rabu siang (29/06/2016) tadi.
Lanjut Alfi mengatakan, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok ini masih dinilai wajar. Hal itu dikarenakan tingkat kebutuhan masyarakat jelang lebaran mulai meningkat.
"Tapi, pasokan barang masih lancar dan cukup. Puncak kenaikan harga barang pokok diperkirakan terjadi pada tiga hari jelang Hari Raya Idul Fitri. Hanya saja, jumlah pembeli yang masih minim," ulasnya.
Pernyataan Alfi, Senada dengan pernyataan Walikota Bontang Neni Moerniaeni beberapa hari lalu yang mengatakan, kenaikan harga bahan pokok yang terjadi jelang lebaran merupakan hal yang wajar terjadi tiap tahunnya. Pasalnya, hal itu dipengaruhi oleh tingginya jumlah permintaan, sehingga meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.
"Tapi jika terjadi kenaikan harga yang tidak wajar, kami siap gelar operasi pasar," tegas Neni saat ditemui di Rumah Jabatan (Rujab) Walikota belum lama ini, Rabu (22/6/2016).
Walikota itu pun menjamin harga bahan pokok jelang lebaran bakal relatif stabil. "Saya jamin ketersediaan sembilan bahan pokok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi lebaran," ujarnya.
Neni juga mengakui, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi jika terjadi lonjakan harga yang signifikan. Salah satunya, dengan memastikan pasokan barang tetap stabil dari pemasok ke pedagang.
"Jika stok kurang, kami akan mediasi langsung suplier dengan pedagang," tandas Neni.

