EKSPOSKALTIM.com, Sangatta - Hari kedua gelaran Pesta Adat Pelas Tanah 3 dan Pesona Kutai Timur 2018 diramaikan berbagai gelaran lomba olahraga tradisional, yakni asen naga atau hadang, belogo, sumpit, bahempas bantal dan gasing, yang digelar di area Taman Bersemi Sangatta, Selasa, 23 Oktober 2018.
Ketua panitia Pesta Adat Pelas Tanah 3, Rustam Effendi Lubis mengatakan, gelaran lomba olahraga tradisional yang diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di Kaltim itu, selain melibatkan masyarakat umum, juga melibatkan kalangan pelajar.
Baca juga: Penukaran Kartu GPN di Kaltim Sudah 46 Ribu
"Selain Kutai Timur, ada 4 kota lainnya yang turut serta dalam lomba tradisional ini. Di antaranya Bontang, Samarinda, Kukar dan Kubar," jelasnya.
Menurut Lubis, keterlibatan pelajar dalam perlombaan ini bertujuan untuk mengenalkan permainan tradisional tersebut ke generasi muda di Kutim. Sehingga, kedepannya permainan tradisional ini bisa terus lestari karena ada regenerasinya.
Lomba bahempas bantal. (ist)
"Adat dan budaya tetap lestari, olahraga tradisional kita pun tetap lestari juga," ujarnya.
Sebelumnya, Pesta Adat Pelas Tanah 3 dan Pesona Kutai timur 2018 secara simbolis dibuka oleh Bupati Kutai Timur yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rupiansyah bersama Kepala Adat Besar Kutai Sayyid Abdal Nanang Al Hasani, dengan melakukan pemukulan alat musik jimbe. Didampingi ketua panitia Rustam Effendi Lubis.
Berita terkait: Pesta Adat Pelas Tanah 3 dan Pesona Kutai Timur 2018 Resmi Digelar
Pesta Adat Pelas Tanah 3 dan Pesona Kutai Timur 2018 akan digelar selama 8 hari, dari tanggal 21-28 Oktober 2018. Disemarakkan dengan berbagai kegiatan dan pertunjukan seperti musik dangdut, festival tari nusantara, serta berbagai lomba olah raga tradisional.
Video EKSPOS TV: Masuk Nominasi Penghargaan, Program Detektif Cekatan PT KNI Dinilai Tim CSR Kemensos RI
ekspos tv

