EKSPOSKALTIM.COM - Upaya pendampingan langsung yang dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Bontang menunjukkan hasil signifikan. Pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tercatat meningkat tajam dalam tiga tahun terakhir, seiring intensifnya monitoring lapangan yang dilakukan tim DPMPTSP.
Analis Kebijakan Ahli Madya Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, menyebut pendekatan jemput bola sebagai kunci keberhasilan peningkatan kepatuhan tersebut. Melalui kunjungan langsung ke lokasi usaha, tim memastikan pelaku usaha memahami tata cara pelaporan dan mampu mengisi LKPM secara mandiri.
“Kami hadir langsung, memberikan arahan di tempat, bahkan membantu mengisi LKPM melalui OSS. Itu membuat pelaku usaha merasa lebih percaya diri,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Pendampingan ini efektif mengatasi berbagai hambatan teknis, seperti kesulitan login, pengisian formulir, hingga pemahaman menu OSS. Hasilnya, tidak hanya usaha mikro dan kecil, tetapi perusahaan menengah dan besar yang sebelumnya tidak rutin melapor kini mulai patuh.
“Kami memastikan mereka tidak bekerja sendiri menghadapi sistem digital. Ada operator kami yang mendampingi sampai selesai,” jelasnya.
Tren kepatuhan tersebut terlihat jelas pada dashboard OSS, yang menunjukkan peningkatan pelaporan secara stabil setiap triwulan. Data investasi yang masuk pun semakin akurat dan dapat digunakan pemerintah dalam penyusunan kebijakan daerah.
Karel menambahkan bahwa keberhasilan ini turut didukung oleh koordinasi antara DPM-PTSP Bontang, DPM-PTSP Provinsi, dan Kementerian Investasi/BKPM.
DPM-PTSP Bontang kembali mengimbau pelaku usaha menengah dan besar untuk tetap melapor secara mandiri demi menjaga kevalidan data.
“Perusahaan harus melapor sendiri tanpa perantara. Ini penting untuk menjaga validitas data,” tegasnya.
Monitoring lapangan terus dilakukan sebagai upaya memastikan kegiatan usaha dan kepatuhan pelaporan berjalan sesuai ketentuan.

