EKSPOSKALTIM, Bandung - Orica Australia kembali menggelar pelatihan Sains atau Stelr - Stem untuk para pendidik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Bekerja sama dengan SEAMEO QITEP in Science dan ATSE australian academy of technology and engineering, pelatihan tersebut dikuti 41 peserta dari berbagai negara di Asia Pasifik.
Perwakilan negara yang mengikuti acara tersebut diantaranya dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Philipines, Maldives, dan Pakistan.
Mewakili Orica Australia, Site Director PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) Hartono Wijaya mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan untuk mempelajari renewable energy atau energi terbarukan dengan memanfaatkan sesuatu yang ada di sekitar masyarakat, dan tanpa merusak lingkungan.
" Banyak hal disekitar kita yang bisa dimanfaatkan tanpa harus merusak lingkungan yang bisa dijadikan sumber energy, seperti angin/udara, sinar matahari yang bisa jadi solar sel, pelatihan ini fokus mempelejari energi terbarukan," ucapnya saat ditemui media ini usai membuka acara di Ballroom Hotel Atlantic City, Jalan Pasir Kaliki, Cicendo, Bandung, Senin (20/11) pagi.
Hartono Wijaya kembali menambahkan, keikutsertaanya peserta dari berbagai negara di Asia Pasifik dalam kegiatan ini, sesuai dengan salah satu program Orica Australia dalam mendukung perkembangan sumber daya energi terbarukan, khususnya di wilayah operasi perusahaan Australia tersebut.
"Sebagai salah satu perusahaan yang beroperasi diwilayah asia pasifik, kita terus mendukung dan mengembangkan program penggunaan energi terbarukan " terangnya.
Ia berharap, guru-guru yang sudah mendapat pelatihan tersebut, bisa menginplementasikan di lingkungan sekolah masing-masing.
Bertajuk " Climate Change " atau perubahan iklim atau cuaca dengan segala implikasinya, pelatihan tersebut di gelar selama lima hari.
Wakil direktur program SEAMEO Regional Centre For QITEP in Scienc, Dr. Indarjani mengatakan, setiap tahun, pelatihan dilaksanakan dengan tema berbeda. Untuk kali ini, pelatihan yang diberikan lebih kepada pemaparan pengaruh perubahan iklim atau cuaca terhadap kehidupan.
" Dengan begitu diharapkan akan timbulnya kewaspadaan serta lebih peduli dengan energy sehingga menimbulkan renewable energy" terangnya
Selain itu, sambungnya, bagaimana proses perubahan iklim tersebut terjadi dan seperti apa dampaknya. “Bahkan yang terbaru, kita juga lakukan pembahasan terkait timbulnya penyakit yang diakibatkan perubahan iklim tersebut," imbuhnya
Untuk diketahui, semua peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan tersebut, dua wakil dari Kementerian Pendidikan Indonesia, turut mengikuti pelatihan tersebut yakni dari bagian kurikulum dan pusat pengembangan perbukuan.
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
VIDEO: Ikut Bontang City Expo 2017, Diskominfo Usung Tema Bontang Jago Smart City
ekspos tv
VIDEO: Peringatan Hari Pahlawan ke 72 Berlangsung Khidmat
ekspos tv

