EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Wakil Wali Kota Bontang, Najirah meminta perusahaan yang ada untuk membantu melakukan pengerukan sungai.
Hal itu disampaikan saat berada di lokasi kerja bakti di wilayah RT 21, Kelurahan Satimpo, Bontang Selatan, Jumat (03/05/2022) kemarin.
Di lokasi tersebut, Najirah memonitoring aksi kerja bakti itu sambil menyusuri sungai. Alhasil, Najirah mendapati pinggiran sungai yang mulai bergeser dan dikhawatirkan longsor.
"Ini juga perlu dilebarkan, perlu dikeruk tanahnya, mumpung belum banyak warga yang bermukim di sini. Kita harus turunkan alat di sini. Makanya saya bilang ke pak lurah untuk cobalah kita bersurat ke Perusahaan. Karena disini kan berdampingan dengan PT Badak," ucapnya.
Kata dia, Dinas PUPRK juga sudah turun melihat kondisi di lapangan. Namun ia menyampaikan sebelum anggaran untuk penanganan masalah ini ada, upaya tersebut merupakan langkah awal untuk mengurangi debit air agar tidak naik ke permukan.
"Kami juga pemerintah sebenarnya memperhatikan masalah ini. Namun kondisi keuangan tahun ini kita belum maksimal. Kita juga ada proyek penurapan di Api-api. Kalau menunggu lagi anggaran tahun depan itu memakan waktu. Oleh karena itu kami akan meminta bantuan ke Perusahaan yang ada. Paling tidak bisa menurunkan alat berat untuk pengerukan," katanya.
Menurutnya, masalah banjir bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi perusahaan juga harus ikut andil dalam penanganannya.
"Dalam waktu dekat kami bersama Wali Kota akan memangil Perusahaan yang ada. Kami akan meminta bantuan ke Perusahaan," ujarnya.
"Sungai ini kan cukup luas. Kalau ini bisa mengalir dengan baik, dengan normal dan tak ada hambatan, kemungkinan tidak akan naik sampai ke permukaan," jelasnya. (adv)

