PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Mengikuti Jejak Sang Ayah, Ketua DPRD Ini Mantapkan Diri Berkarir di Dunia Politik

Home Berita Mengikuti Jejak Sang Ayah ...

Mengikuti Jejak Sang Ayah, Ketua DPRD Ini Mantapkan Diri Berkarir di Dunia Politik
Ketua DPRD Kabupaten Mahakam Ulu, Novita Bulang. (DOK. EKSPOSKALTIM)

EKSPOSKALTIM, Mahulu - Selalu berkecimpung dan dilibatkan langsung dalam pertemuan di masa karir politik sang ayah, perempuan berdarah Dayak kelahiran Loa Apari 1 April 37 tahun silam ini akhirnya jatuh cinta dan memutuskan mengikuti jejak sang ayah 3 tahun lalu.

Diceritakan Perempuan bernama lengkap Novita Bulan, sejak menjabat Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) pasca dimekarkan 3 tahun lalu, ia sering dihadapkan berbagai keluhan, harapan serta tuntutan warga yang diwakilinya.

“Saya berkecimpung di dunia politik ini karena awalnya selalu mendampingi ayah saya jika ada pertemuan terkait membahas politik, di masa beliau masih aktif sebagai anggota dewan selama 2 periode beberapa tahun lalu,” ujar ketua Dewan dari Fraksi Gerindra ini, saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Poros Ujoh Bilang Tikah, Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahulu, Sening (10/10) siang.

“Nah, karena keseringan ikut dan dilibatkan langsung dalam pertemuannya, akhirnya saya jatuh cinta dengan dunia politik, dan hasilnya seperti saat ini yaitu mengepalai 19 anggota dewan yang ada di kabupaten Mahulu,” ujar ibu 2 anak ini.

Kendati dirinya terlahir sebagai perempuan dan mengembang amanat dari rakyat yang begitu besar, Bunda Novita –sapaan akrabnya—tak berkeluh kesah dan menjalankan tanggung jawabnya dengan sepenuh hati.

Dalam menghadapi pelbagai masalah, keluhan dan kritikan dalam tugasnya sebagai wakil rakyat, ia berusaha selalu bersikap bijak dan mengedepankan kata hati layaknya seorang ibu dan perempuan yang lemat lembut.

“Saya orangnya gak tegaan, apalagi menurut saya politisi wanita itu selalu dihadapkan dengan kata hati jika ingin mengambil keputusan. Makanya hingga saat ini, kedua kata antara hati dan tanggung jawab ini, saya masih belum menemukan jawaban untuk membalance keduanya,” pungkasnya.

Menurutnya, di saat ia mengambil kebijakan menggunakan kata hati, di saat itu pula terhalang oleh tanggung jawab yang harus menggunakan kebijakan politik. Karena pada prinsipnya, keputusan akhir yang ia buat harus mengacu pada kepentingan banyak orang, bukan pribadi.

Lanjut alumni Strata Dua (S2) Mahasiswi Universitas Gajah Mada (UGM) magister managemen bidang ekonomi ini, kedepan dengan memantapkan dirinya untuk lebih mengenal dunia politik yang kini dijalani, ia berharap memberikan perubahan yang bisa dirasakan semua masyarakat yang berada di daerahnya.

“Di daerah kami ini kan memiliki banyak hal yang berpotensi yang bisa kita perkenalkan diluar sana, terlebih lagi daerah kami ini adalah perbatasan langsung dengan Negara tetangga Malaysia, jadi ini adalah PR bagi saya untuk memajukan dan menjadikan tanah kelahiran kami ini menjadi daerah yang dapat dipertimbangkan dipusat,” tandasnya.(Adv)


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :