EKSPOSKALTIM, Bontang – Tumor otak adalah pertumbuhan sel-sel abnormal di dalam bahkan disekitar otak, secara tidak wajar dan tidak terkendali. Tapi tumor ini tidak selalu berubah menjadi kanker jinak atau kanker ganas.
Ada bermacam-macam jenis tumor otak yang dibedakan ke dalam dua kelompok berdasarkan perkembangannya, yaitu tumor jinak yang tidak bersifat kanker dan tumor ganas yang menyebabkan kanker. Tumor yang dimulai dari otak dikenal dengan istilah tumor otak primer, sedangkan kanker yang dimulai di bagian lain dari tubuh dan menyebar hingga ke otak disebut dengan tumor otak sekunder atau metastatik.
Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Taman Husada (RSUD) Bontang, Rachmaniah Busaeri mengatakan, gejala tumor otak sangat berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Gejala yang muncul dipengaruhi oleh ukuran, kecepatan pertumbuhan, dan lokasi tumor.
“Tumor yang tumbuh secara perlahan-lahan, mungkin awalnya tidak menimbulkan gejala apapun. Setelah beberapa lama, tumor akan memberi tekanan pada otak yang menyebabkan munculnya gejala seperti kejang-kejang dan sakit kepala. Tumor otak yang berada pada lokasi tertentu dapat mengganggu sistem kerja otak untuk berfungsi dengan benar,” kata Rachmaniah kepada Eksposkaltim, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/7/16).
Rachmaniah menambahkan, hingga kini penyebab utama dari kebanyakan tumor otak jinak masih belum diketahui. “Faktor keturunan tertentu dan juga efek samping prosedur radioterapi, bisa meningkatkan resiko anda mengalami tumor otak. Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko terkena tumor otak.” jelasnya
Tonton Video Populer Berikut Ini : Polres Bontang Mulai Pantau Arus Lalu Lintas Lewat CCTV
Diagnosis dan pengobatan yang dilakukan sejak dini akan mempermudah penanganan pada tumor otak. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menjadi bertambah serius. Tumor otak biasanya tidak menyebar dan hanya diam di satu tempat saja, tapi tumor otak bisa memberikan tekanan dan merusak area di sekitarnya. Pengobatan yang dilakukan bergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi tumor itu berada.
“Prosedur operasi pengangkatan tumor yang dilakukan pada tumor otak jinak, pada umumnya berhasil ditangani dan tumor tidak muncul kembali. Sebagai hasilnya, kondisi ini tidak menyebabkan masalah berlanjut di kemudian hari,” ungkapnya.
Sedangkan pada tumor otak glioma stadium 2, sering kali tumor tumbuh kembali setelah menjalani pengobatan. Selain itu, kondisi ini juga berpotensi berubah menjadi tumor otak ganas dengan penyebaran dan pertumbuhan yang lebih cepat.
“Untuk membantu proses pemulihan, kami menyarankan beberapa jenis terapi. Anda bisa membicarakan mengenai dampak emosional dari diagnosis dan pengobatan tumor dengan melakukan konseling,” tukasnya. (*)
Tonton Video Kesehatan Berikut Ini :
Tips Kesehatan Bagi Ibu Hamil Dan Menyusui Saat Menjalankan Puasa
Tips Menjaga Kesehatan Bagi Langsia Dan Penderita Diabetes Saat Berpuasa
Tips Menghindari Penyakit Saluran Nafas Saat Berpuasa

