EKSPOSKALTIM, Kutim- Selain Pelabuhan Kenyamukan yang menjadi prioritas dalam menyambut program Tol Laut 8, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, juga memproritaskan pembangunan Pelabuhan Maloy di Kecamatan Sangkulirang.
Pelabuhan internasional ini diperkirakan menghabiskan sekitar Rp 200 miliar lebih dari kantong Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Hal ini disampaikan Gubernur Kalimantan Timur H Awang Faroek Ishak saat melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Maloy yang disebut gubernur nantinya bersifat multifungsi.
“Syukur Alhamdulillah, Kutai Timur ditetapkan menjadi salah satu kawasan industri di luar Pulau Jawa yang mendapat proritas dari Presiden,” kata Awang.
Sementara itu, Pelabuhan Kenyamukan rencananya akan beroperasi Mei 2017 mendatang, dengan jalur Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Belang-Belang Sulawesi Barat, Sangatta dan Pulau Nyamuk Sebatik. Awang meminta pemerintah Kutai Timur untuk segera menetapkan status pelabuhan menjadi pelabuhan resmi.
“Dengan pembangunan pelabuhan ini kita dapat mengembangkan agrobisnis. Dan tidak terus menerus bergantung diri dengan migas dan batu bara. Dan juga Kutim nantinya akan menjadi kawasan andalan industri pertanian dari hasil sumber daya alamnya,” ujarnya.
Dengan adanya pelabuhan ini juga diharapkan tidak ada lagi kapal-kapal yang berada di tepi sungai seperti sekarang ini. “Diharapkan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga pelabuhan ini,” ucapnya.
Sekadar diketahui, Pelabuhan Kenyamukan merupakan pelabuhan antara pulau, sementara Pelabuhan Maloy melayani pelayaran internasional yang membedakan adalah kedalaman lautnya. Pelabuhan Kenyamukan hanya memiliki kedalaman laut 4-6 meter, sedang Pelabuhan Maloy berkisar 14-16 meter.

