EKSPOSKALTIM, Bontang- Pembangunan pabrik rumput laut di Kota Bontang yang sudah direncanakan sejak 2014 silam nampaknya masih harus menunggu hingga memenuhi syarat produksi rumput laut di Kota Bontang hingga mencapai 400 ton setip tahun. Kendati demikian, Pemerintah Kota Bontang bersama PT FMM tetap berupaya merealisasikan hal pembangunan pabrik rumput laut tersebut.
Asisten General Manager PT FMM, Yan Rongan, mengatakan pembangunan pabrik tersebut akan tetap dilaksanakan setelah hasil rumput laut sudah mencapai ketentuan PT FMM yaitu 400 ton pertahun dari seluruh petani rumput laut yang ada di Bontang.
"Inikan sudah direncanakan sejak tahun 2014 lalu, kalau hasil rumput lautnya sudah mencapai 400 ton pertahun baru bisa dibangun. Kita juga tidak bisa memaksakan kalau rumput laut yang dihasilkan hanya 150 ton pertahun," kata Yan saat ditemui dikantor PT FMM, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (8/6/2016).
Yan menambahkan, pihak PT FMM sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Bontang periode 2016 hingga 2021 mengenai kendala pembangunan pabrik tersebut pada bulan lalu.
"Tanggal 28 bulan Mei 2016 lalu, kami juga sudah melakukan silaturahmi ke Rumah Jabatan (Rujab) Walikota Bontang, untuk menyampaikan kendala kami mengenai pembangunan pabrik yang belum terealisasi. Kami akan tetap komitmen dan tidak mengingkar janji untuk membangun pabrik," urainya.
Diimbuhkannya, rumput laut yang ada di Kota Bontang produksinyai menurun karena ada beberapa faktor sehingga petani juga berhenti untuk menanam.
"Sekarang banyak penyakit rumput laut, sehingga petani-petani juga banyak yang berhenti. Apalagi faktor cuaca yang sekarang ini sangat berpengaruh, dan pencemaran perusahaan industri yang ada di Kota Bontang," imbuhnya.

