PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kurangi Permasalahan Remaja, DP2KB Bontang Bentuk PIK Remaja Belimbing

Home Berita Kurangi Permasalahan Rema ...

Kurangi Permasalahan Remaja, DP2KB Bontang Bentuk PIK Remaja Belimbing
Para PIK remaja Kelurahan Belimbing siap memberian edukasi kepada remaja lainnya. (ist)

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang – Permasalahan remaja memang acap kali terjadi di masa kini. Perlu pendampingan serius untuk mengurangi dan menyelesaikan permasalahan yang ada.

Untuk itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Kelurga Berencana ( DP2KB) Bontang gencar melakukan program-program yang mampu mengatasi permasalahan remaja saat ini.

Baca juga: Bukannya Tobat, Pemuda Bontang Ini Kembali Ditangkap Karena Narkoba

Terbaru, mereka melakukan sosiasiasi dan pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) untuk wilayah Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Jumat (7/8/2020) malam.

Sebanyak 23 remaja telibat sebagai pelopor di wilayahnya. Mereka akan menjadi wadah bagi remaja untuk berkumpul, berbagi cerita, berkreatifitas dan saling tukar informasi.

Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) DP2KB Bontang, Muh Zubair Muin mengatakan, program ini dikhususkan untuk remaja yang berusia 10-24 tahun. Tugasnya, memberikan informasi kepada remaja lainnya yaitu menghindari  seksualitas, narkotika,obat terlarang dan zat adiktif lain (Napza).

Bukan itu saja,  mereka bertugas memberikan  pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduski remaja. Dengan menghidari pernikahan dini.

“Alhamdulillah, antusias remajanya luar biasa. Untuk syarat pembentukan minimal 12 orang. Tetapi ini ada 23 remaja yang telibat,” ungkapnya, Sabtu (8/8/2020) pagi.

Dalam menjalankan tugasnya, kata Zubair (sapaannya) berharap para PIK Remaja ini memberikan edukasi kepada remaja lainnya bahwa pentingnya mengetahui hal-hal yang dilarang.

Baca juga: Kembangkan Ekowisata Mangrove, Loktuan Usung Konsep Edukasi dan Pemberdayaan

Bahkan mereka mengingatkan perlu pendewasaan usia pernikahan sebelum melangkah ke jenjang tersebut. Sehingga nantinya terciptanya generasi-generasi yang berkulitas.

“Harapan kami para remaja ini ampu memberikan pemahaman terkait pemasalahan-permasalahan yang terjadi pada usia remaja. Mulai dari seksualitas, narkotika serta pendewasaan sebelum melakukan pernikahan. Perempuan usia 21 sedangkan pria 25 tahun,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri  Staf DP2KB Bontang Siti Muhtadah Fitriani , Duta GenRe Bontang , Andi Muh Awaluddin dan Pengurus Puk-R Tumbuh Bersama. (adv)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :