EKSPOSKALTIM, Kutim- Dua minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri, Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur (Kutim) terus melakukan koordinasi kesiapan arus mudik lebaran.
Mulai dari kenaikan tarif, hingga kelayakan angkutan lebaran. Dari hasil uji kelayakan bus beberapa waktu lalu didapati satu bus rute Sangatta-Samarinda yang bermasalah.
Sedangkan angkutan menuju kecamatan di wilayah pedalaman Kutim, seperti Muara Wahau dan Sangkulirang terpantau layak dan aman.
"Ada satu bus yang tidak masuk kategori karena bodinya sudah tidak layak, tapi mesinnya masih bagus. Meskipun begitu, kami tetap tidak memperbolehkan untuk beroperasi," ujar Kepala Dishub Kutim Ikhsanuddin Syepri, Rabu (14/6).
Selain itu, Dishub Kutim juga mengimbau seluruh sopir, baik sopir angkot, travel, bus, memberikan pelayanan yang aman dan nyaman seperti berpakaian sopan dan tidak merokok.
"Sopir itu kan beda-beda, ada yang beragama Islam dan juga agama lain. Jadi kita imbau untuk tidak merokok saat mengemudi selama bulan puasa. Ini untuk menghargai yang lagi berpuasa. Juga harus berpakaian sopan, tidak pake baju singlet," pungkasnya.

