PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kepala UPT TPI Tanjung Limau: Harga Ikan Tidak Bisa Ditentukan Pemerintah

Home Berita Kepala Upt Tpi Tanjung Li ...

Kepala UPT TPI Tanjung Limau: Harga Ikan Tidak Bisa Ditentukan Pemerintah
Kepala UPT Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau, Robysai Manasa Mallisa. (EKSPOSKaltim/Endar)

EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Hasil tangkapan nelayan, biasanya akan meningkat di bulan Oktober, November, dan Desember. Jumlah ikan yang ditangkap pada bulan-bulan tersebut bisa mencapai 10 ton hingga 30 ton. Sementara sejak bulan Januari hingga bulan ini, hasil tangkapan ikan hanya sebanyak 1 ton sampai 4 ton.

Dinas Ketahanan Pangan , Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang melalui Kepala UPT Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau, Robysai Manasa Mallisa mengatakan, hasil tangkapan nelayan rata-rata per harinya mencapai 4 ton. Namun tak jarang juga dalam sehari tangkapan ikan di laut hanya sebanyak 1 ton atau 2 ton.

Baca juga: Dinsos-P3M Bontang Apresiasi Proker KKN 44 Unmul

“Semua nelayan di Bontang perlu melaporkan hasil tangkapannya ke TPI, baik dari pelabuhan Tanjung Laut, Berbas, Loktuan maupun di Tanjung Limau sendiri,” kata Robysai saat ditemui di kantor UPT Tanjung Limau, Kelurahan Bontang Baru, Senin (13/8/2018).

Dijelaskannya, fluktuatif hasil tangkapan ikan itu diakibatkan dari berbagai faktor. Mulai dari faktor ombak hingga dari faktor rejeki nelayan itu sendiri. Terkadang, jika sedang bagus rejeki para nelayan, mereka bisa mendapatkan ikan sampai 10 ton.

“Yang berhasil ditangkap itu kan bukan ikan saja, ada udang yang ditangkap menggunakan belat,” ujarnya.

Sementara itu, hasil tangkapan ikan yang masuk Bontang, kata Roby banyak jenisnya, seperti ikan tongkol, layang, ikan tuna, ikan bawis, ikan ketambak, sisanya ikan-ikan karang.

Kata dia, harga ikan di pasar tidak bisa ditentukan oleh pemerintah, karena pemicu kenaikan harga ikan, Robi mengatakan biasanya kontrol harga itu secara alami.

Baca juga: Pupuk Kaltim Bersama Balai TNK dan BKSDA Kaltim Lepas Liarkan Orang Utan

"Jika hasil suplai ikan meningkat, maka harga ikan akan naik juga. Seperti contoh di Samarinda harga ikan naik. Jadi secara otomatis di Bontang pun harganya akan naik.

“Namun biasanya yang menjatuhkan harga ikan itu yakni kapal-kapal yang berasal dari Sulawesi ke Samarinda, di Samarinda naik, Bontang pun ikut naik,” ungkapnya.

Bulan-bulan yang biasa menghasilkan ikan yang berlimpah itu terjadi di bulan 10 atau bulan Oktober hingga Desember. Meskipun memasuki musim pancaroba, namun ketersediaan ikan justru melimpah. Mengingat laut agak teduh, atau perubahan arus laut juga kata Roby bisa jadi puncak ikan.

“Hasil tangkapan paling rendah itu biasanya di bulan Januari. Kalau bulan Oktober sampai Desember hasil tangkapan bisa mencapai 10 sampai 30 ton,” pungkasnya. (adv)

Video Wawancara Ekslusif Mengenai Migrasi Pengguna Jamkesda ke BPJS Kesehatan

ekspos tv


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :