Memasuki awal Mei, BMKG memprediksi hujan lebat merata di seluruh Kaltim yang berpotensi memicu rangkaian bencana hidrometeorologi.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Ancaman cuaca ekstrem masih membayangi Kalimantan Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat yang dapat terjadi secara merata di seluruh wilayah Kaltim dalam 10 hari ke depan, berpotensi memicu banjir, longsor, hingga pohon tumbang.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, mengatakan seluruh kabupaten/kota di Kaltim masuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak pada Dasarian I Mei atau periode 1–10 Mei 2026.
“Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, semuanya diperkirakan mengalami hujan lebat pada Dasarian I Mei, sehingga kami imbau semua pihak waspada terhadap kemungkinan dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.
Berdasarkan pemutakhiran prakiraan cuaca, potensi hujan lebat terjadi secara bertahap di berbagai wilayah. Pada 1–3 Mei, hujan lebat diperkirakan melanda Kutai Barat, Paser, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara, Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Timur.
Memasuki 4–6 Mei, potensi hujan lebat bergeser ke wilayah Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu.
Sementara pada 7–10 Mei, hujan lebat kembali meluas mencakup Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Paser, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Berau, hingga Penajam Paser Utara.
BMKG menjelaskan kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer yang masih aktif. Berdasarkan parameter iklim, Indeks Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral, sementara ENSO juga masih netral namun diprediksi menuju fase El Nino pada periode Mei hingga Juli 2026.
Selain hujan lebat, masyarakat juga diminta mewaspadai dampak turunan seperti jalan licin, genangan, sungai meluap, longsor, serta angin kencang sesaat yang dapat menyebabkan pohon tumbang.
Untuk kondisi harian, BMKG mencatat cuaca di sejumlah wilayah seperti Samarinda dan Balikpapan didominasi berawan hingga hujan ringan pada sore hingga malam hari. Sementara beberapa daerah lain mengalami variasi cuaca dari cerah, berawan tebal, hingga hujan ringan.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau pembaruan informasi cuaca guna meminimalkan risiko yang ditimbulkan.



