Samarinda, EKSPOSKALTIM – Konflik agraria di Kelurahan Jahab, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali panas. Perselisihan warga dengan perusahaan bukan hanya soal tanah, tapi kini merembet ke benturan dengan aparat.
Anggota DPD RI asal Kaltim, Yulianus Henock Sumual, mengaku diintimidasi Kapolres Kukar AKBP Dody Surya Putra saat menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan kriminalisasi.
“Warga datang karena merasa ditekan, dipaksa bubar, bahkan dikriminalisasi. Saya wajib menindaklanjuti,” kata Henock.
Sebagai pimpinan Badan Akuntabilitas Publik DPD RI, dirinya merasa berhak menerima pengaduan masyarakat sekaligus mengawasi aparat publik. Menurutnya, konflik agraria seharusnya diselesaikan dengan restorative justice, bukan intimidasi.
Namun klarifikasi itu malah berujung ancaman. Henock mengaku ditelepon dan dimaki Kapolres Kukar. “Dia menuduh saya intimidasi dan bahkan mengancam PAW (penggantian antar waktu). Katanya, ‘saya PAW kau, kau akan menangis’. Itu penghinaan bagi saya pribadi dan lembaga negara,” tegasnya.
“Kalau berani, sini kau!”
“Syukurlah Kapolda Kaltim responsif. Beliau minta maaf langsung dan berkomitmen memperbaiki kinerja jajarannya,” ujarnya.
Henock mendesak Kapolri menindak aparat arogan. “Kapolres seharusnya pelindung rakyat. Kalau ada oknum mencederai kepercayaan publik, jangan dibiarkan. Polisi bisa rusak karena segelintir orang,” katanya.
Polda Minta Maaf
Atas kegaduhan ini, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro melalui Kabid Humas Kombes Yulianto menyampaikan permintaan maaf.
“Menyikapi peristiwa gesekan Kapolres dengan Yulianus Henock, atas nama Polda Kaltim kami meminta maaf,” ucap Yulianto melalui akun resmi Polda Kaltim, Senin (18/8) malam.
Ia menambahkan pimpinan Polda sudah melakukan evaluasi khusus terhadap Kapolres Kukar dan akan melaporkannya ke Mabes Polri.
“Polda berkomitmen memperbaiki pelayanan dan menjaga situasi kondusif. Kami harap persoalan ini tidak dibawa ke arah yang merugikan banyak pihak,” jelasnya.

