PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kaltim Siaga Ular Laut: Lebih Mematikan dari Ular Darat

Home Berita Kaltim Siaga Ular Laut: L ...

Kaltim Siaga Ular Laut: Lebih Mematikan dari Ular Darat
Masyarakat Kaltim khususnya di wilayah pesisir diminta lebih mewaspadai ular laut. Foto: Tempo

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Kementerian Kesehatan meminta masyarakat Kalimantan Timur mewaspadai gigitan ular laut. Ular ini lebih mematikan dibanding ular darat.

Peringatan dini disampaikan menyusul kasus kematian akibat gigitan ular laut di Samarinda beberapa waktu lalu. Ketua Kajian Gigitan Hewan Berbisa dan Tanaman Beracun Kemenkes, dr. Tri Maharani, menekankan pentingnya deteksi dan penanganan yang tepat.

“Kasus di Samarinda menunjukkan bahwa gigitan ular laut tidak bisa dianggap sepele. Penanganannya harus cepat dan akurat,” ujar dr. Maharani dalam diskusi hybrid bersama Dinas Kesehatan Kaltim, Jumat (18/4). 

Diskusi membahas tatalaksana gigitan ular sistemik dengan antivenom. Karakter bisa ular laut di Kaltim berbeda dari yang selama ini ditangani di wilayah Jawa. “Venom-nya lebih kompleks. Satu vial antivenom sering kali tidak cukup,” ungkapnya.

Mengantisipasi hal ini, Maharani meminta Dinkes Kaltim segera berkoordinasi dengan Kemenkes maupun Bio Farma. Guna, memastikan ketersediaan stok antivenom dan mempercepat proses distribusinya.

Selain penanganan medis, Maharani juga mendorong tenaga kesehatan untuk memperdalam pengetahuan mereka. Melalui, buku panduan penanganan gigitan ular berbisa yang telah disusun oleh Kemenkes.

Namun, pencegahan tetap menjadi kunci utama. Ia menyoroti rendahnya kesadaran penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di kalangan masyarakat yang bekerja di area berisiko, seperti petani dan nelayan.

“Jangan beraktivitas sendirian di hutan atau laut. Waspadai tempat-tempat seperti semak belukar, tumpukan batu, lubang pohon, atau tanah yang bisa menjadi sarang ular,” kata Maharani, dilansir Antara.

Ia juga mengingatkan agar tidak mengganggu ular yang sedang diam atau tidur karena bisa memicu reaksi defensif berupa gigitan. Untuk aktivitas malam hari, penggunaan senter atau lampu sangat dianjurkan agar keberadaan ular dapat terdeteksi lebih awal.

Penting pula untuk tidak memegang kepala atau taring ular yang tampak sudah mati. “Kantong bisa ular bisa tetap aktif meski hewannya sudah mati, terutama jika baru saja mati,” tambahnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :