Penajam, EKSPOSKALTIM - Jalan nasional di Kalimantan Timur kembali digunakan untuk aktivitas hauling batu bara. Truk-truk tambang melintas di jalur penghubung Kalsel-Kaltim sejak 2023, menyebabkan kerusakan jalan dan menelan korban jiwa.
Beberapa warga menjadi korban. Ustaz Teddy dan Pendeta Veronika meninggal dalam kecelakaan dengan truk. Russel (60), warga Muara Kate, ditemukan tewas dibunuh pada 15 November 2024. Ia dikenal vokal menolak hauling. Polisi belum mampu menangkap pelaku pembunuhan.
Persoalan ini dibahas dalam rapat Forkopimda Kaltim, Jumat (13/6/2025), di Kantor Bupati Paser. Plt Kepala Sekretariat Wakil Presiden, Al Muktabar, memimpin pertemuan bersama Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, dan sejumlah pejabat daerah.
Seno Aji menegaskan bahwa penggunaan jalan umum untuk hauling tambang merugikan masyarakat dan merusak lingkungan. Ia menyebut aspirasi warga sudah disampaikan oleh perwakilan kecamatan.
“Sebisa mungkin hauling tidak menggunakan jalan umum,” kata Seno dalam pertemuan itu.
Namun ia juga mengingatkan bahwa para sopir tambang juga menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut. Karena itu, menurutnya perlu ada solusi yang menguntungkan semua pihak.
“Harus ada win-win solution, agar masyarakat tidak terganggu, tapi sopir juga tetap bisa bekerja,” lanjutnya.
Seno mendorong perusahaan tambang untuk membangun jalur hauling sendiri. Ia menyebut kekayaan sumber daya alam harus dikelola secara bertanggung jawab.
“Kalau perusahaan punya jalan sendiri, masyarakat bisa beraktivitas dengan aman. Sopir juga bekerja dengan tenang. Tidak ada yang dirugikan,” tegasnya.
Al Muktabar menyatakan bahwa pembahasan teknis akan dilanjutkan di tingkat pusat. Ia meminta jajaran TNI dan Polri menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.
“Kaltim harus bisa jadi contoh pemanfaatan sumber daya alam yang baik di Indonesia,” ujarnya.
Bupati Paser, Fahmi Fadli, menambahkan bahwa saat ini truk tambang melintasi tiga kecamatan di wilayahnya, yakni Muara Komam, Batu Sopang, dan Kuaro. “Kami berharap jalan umum tidak lagi digunakan untuk hauling,” ucapnya.
Rapat turut dihadiri Kapolda Kaltim Irjen Pol Endhar Priantoro, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, dan pejabat tinggi lainnya.
Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim Jamaluddin Farti memastikan perburuan terhadap pembunuh Russell tidak berhenti di tengah jalan.
"Tetap on progres, doakan semoga cepat terungkap ya," jelas Farti kepada media ini.

