Penajam, EKSPOSKALTIM - Pemerintah Tiongkok mengucurkan hingga Rp 70 triliun untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menjadikan Negeri Tirai Bambu sebagai pemain utama di megaproyek senilai Rp466 triliun tersebut.
Dana jumbo ini dikucurkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), menurut Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN (OIKN), Agung Wicaksono.
“Investasi dari konsorsium dan perusahaan China sudah hampir menyentuh Rp70 triliun. Ini sinyal kepercayaan yang besar terhadap IKN. Investasi yang berjalan akan terus berkembang dengan peluang-peluang baru,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (2/6).
Dari angka tersebut, sekitar Rp68,4 triliun dialokasikan lewat KPBU untuk sektor perumahan, moda transportasi terpadu (MUT), dan infrastruktur jalan. Sementara Rp500 miliar sisanya merupakan investasi langsung dari PT Delonix Bravo Investment, perusahaan asal China yang akan membangun kompleks terpadu di lahan seluas 24.200 m². Proyek ini mencakup hotel ramah lingkungan, apartemen servis, pusat ritel, kantor, fasilitas olahraga, dan ruang terbuka hijau.
Tak hanya itu, dua konsorsium besar juga sedang menyiapkan proyek KPBU untuk MUT dan jalan, yaitu CHEC–IJM dan CSCEC–CREC, dengan nilai masing-masing Rp27,1 triliun dan Rp27,9 triliun. Keduanya kini dalam tahap studi kelayakan yang akan dievaluasi oleh Komite KPBU OIKN sebelum masuk ke proses market sounding dan lelang.
Sementara itu, konsorsium IJM–CHEC tengah menyiapkan pembangunan 20 menara rumah susun untuk aparatur sipil negara (ASN) di Kawasan WP 1B. Proyek ini ditaksir menelan biaya Rp13,4 triliun dan kini sedang dalam proses evaluasi.
Di sisi lain, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono memastikan proyek IKN tidak akan mangkrak di tengah jalan. Ia menyebut ekosistem investasi di kawasan IKN semakin tumbuh, seiring bertambahnya minat investor dari dalam dan luar negeri.
“Kami jamin pembangunan akan terus berlanjut. Selain dukungan dari OIKN, Kementerian Keuangan juga akan memberikan jaminan co-guarantee untuk memastikan keberlanjutan proyek ini,” tegas Basuki.

