PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Lonjakan Hotspot di Delineasi IKN, Drone Thermal dan Tombol Panik Disiagakan

Home Berita Lonjakan Hotspot Di Delin ...

Otorita Ibu Kota Nusantara mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan setelah jumlah titik panas di wilayah sekitar IKN menunjukkan tren peningkatan. 


Lonjakan Hotspot di Delineasi IKN, Drone Thermal dan Tombol Panik Disiagakan
Simulasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Helipad MBH, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10/7/2026). Foto: Erik

EKSPOSKALTIM, Penajam - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama kementerian, lembaga, TNI/Polri, dan pemerintah daerah menggelar simulasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Helipad MBH, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (10/7).

Langkah taktis ini dilakukan guna mengantisipasi ancaman karhutla parah akibat fenomena iklim ekstrem El Niño 2026 yang diprediksi memicu kekeringan panjang di wilayah Kalimantan Timur.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan perlindungan kawasan hutan merupakan pilar krusial dalam pembangunan ibu kota baru yang mengusung konsep kota hutan (forest city).

"Kita berada di kawasan khatulistiwa sehingga selalu ada potensi terjadinya kebakaran hutan. Saya ingin mengingatkan bahwa kita harus menjaga alam agar alam juga menjaga kita. Prinsip itu harus menjadi pedoman kita dalam menjaga kawasan hutan di Nusantara," tegas Basuki.

Simulasi di lapangan menguji dua skenario utama. Pertama, pemadaman api di kawasan rimba kota KIPP IKN. Kedua, respons cepat atas laporan kedaruratan masyarakat melalui sistem early warning berbasis digital.

Dalam skenario digital, warga dapat melaporkan indikasi titik api menggunakan fitur panic button pada aplikasi IKNOW. Laporan tersebut otomatis diterima secara real-time oleh petugas di Nusantara Command Center, yang kemudian langsung menggerakkan Polisi Kehutanan dan Pemadam Kebakaran ke titik lokasi.

Selain aplikasi ponsel, Otorita IKN kini juga mengoperasikan drone thermal untuk mendeteksi koordinat suhu panas tinggi dan melacak titik api di wilayah-wilayah hutan sekunder yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Titik Panas Mulai Naik di Kukar

Kesiapsiagaan ini mendesak dilakukan mengingat data pemantauan satelit mendeteksi mulai adanya kenaikan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah delineasi IKN, khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Pada Juni 2026, Kukar mencatat 40 titik panas dengan tingkat kepercayaan (confidence level) menengah dan satu titik level rendah. Memasuki Juli 2026, angkanya merangkak naik menjadi 44 titik panas tingkat menengah, satu titik tingkat tinggi (indikasi kuat kebakaran aktif), serta satu titik tingkat rendah.

Beruntung, untuk wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang masuk area inti IKN sejauh ini masih mencatatkan nihil titik panas (zero hotspot).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, menyatakan komitmennya untuk memperkuat posko penanggulangan bersama Otorita IKN dan BMKG selama musim kemarau ini.

"Kami telah menyiapkan satu tim siaga bencana. Selain itu, kami terus memantau perkembangan titik panas bersama BMKG dan Kementerian Kehutanan, serta menjaga koordinasi ketat dengan Otorita IKN," ujar Buyung.

Guna memperkuat lini pertahanan di tingkat tapak, Otorita IKN juga mulai memberdayakan peran aktif masyarakat lokal melalui program Desa Tangguh Bencana dan pembentukan Kelompok Masyarakat Peduli Api sebagai garda terdepan penanganan dini kebakaran.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :