EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan coba digeluti Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat.
Kelurahan Kanaan membentuk Bank Sampah Kanaan Bersinar untuk pengelolaan sampah olahan. Alhasil, saat ini program ini perlahan menikmati hasil.
Baca juga: Pendatang Tanpa Surat Pindah, Camat Sutrisno: Jangan Dilayani Perekaman e-KTP
“Sampah plastik kita buat tas keranjang, dompet, kita pasarkan via daring,” kata Lurah Kanaan, Dedy S Marpaung saat ditemui di ruangan kerjanya beberapa waktu lalu.
Dijelaskan, mekanisme pengolahan sampah terpadu menggandeng masyarakat sekitar, untuk memilah sampah yang dapat diolah lagi. Seperti sampah-sampah plastik, kardus, dan lainnya.
Nantinya, barang bekas tersebut dikumpulkan oleh koordinator dasawisma masing-masing RT. Lalu petugas bank sampah akan menjemputnya setiap Rabu dan Kamis.
“Nanti ditimbang petugas, baru dicatat di buku nasabah mereka. Uangnya per tiga bulan baru bisa diambil,” katanya.
Untuk sementara ini, hasil produk olahan sampah warga masih dipasarkan secara sederhana. Jenis produk olahan paling laris, yakni kompos paling banyak peminat.
Untuk lima kilogramnya kompos dibandrol Rp 8 ribu, dan Rp 5 ribu untuk tiga kilogramnya.
Baca juga: Catat! Jack Cloth Lebaran 2018 Bakal Hadir di Samarinda, Diskon Hingga 90 Persen
Ia juga mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menjajaki peluang kerja sama dengan perusahaan dalam memasarkan produk tersebut.
Dia berharap, kedepan terjalin kerjasama dengan mitra perusahaan. Agar produktifitas olahan sampah semakin meningkat. (adv)
Tonton video menarik di bawah ini:
VIDEO: Ribuan Masyarakat Bone Dzikir Bersama Ustadz Arifin Ilham
ekspos tv

