EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Olahraga Sehat menjadi salah satu agenda yang diikuti Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) ke 4 Komisariat Wilayah V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) se-Kalimantan tahun 2018 di Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (27/9).
Sebelum memulai Raker, pimpinan daerah beserta rombongan, termasuk Wali Kota Neni memulai agenda dengan olahraga sehat. Bersepeda santai mengitari seputaran kawasan heritage. Rute dimulai dari Kantor Wali Kota Singkawang menyusuri Jalan Firdaus, Jalan Dipenogoro, Jalan Niaga, Jalan Budi Utomo, Jalan Pemuda, Jembatan Agent, Jalan Merdeka dan berakhir di Jalan Sudarso tepatnya di Singkawang Cultural Centre.
Tawa penuh keakaraban terjalin pagi itu. Sajian kuliner khas Singkawang menjadi santapan untuk memulai aktivitas. Menu-menu seperti bubur nasi, bubur padas, bubur gunting, nasi goreng, jagung rebus, kacang rebus dan pisang rebus menjadi asupan energi bagi kepala daerah beserta jajarannya.
Usai bersantap pagi, rombongan 9 peserta yang berasal dari 9 Kota di Kalimantan ini pun diajak berkeliling SCC. Antara lain; Wali Kota Bontang, Tarakan, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Banjarbaru, Palangkaraya, Pontianak dan tidak ketinggalan tuan rumah, Wali Kota Singkawang.
Aneka koleksi pernak-pernik kesenian khas budaya daerah kota ini terpajang rapi di sana. Pameran kreatif tersebut menampilkan berbagai produk-produk kreatif hingga reka interior budaya kreatif khas Singkawang. Misalnya, barang-barang berbahan keramik dan kain tenun tradisional hingga busana daerah. Sehingga, mampu menambah wawasan sebagai penyemangat dan inspirasi bagi yang menyaksikannya.
Sebagai identitas, tradisi lokal kultural masyarakat Singkawang ini mengangkat label Tajou. Berasal dari kata Tajau dengan makna sarana penyimpanan, benda transaksi, penyambung hidup dan perekat komunikasi antar etnis di Singkawang.
Pameran kolaboratif ini bertemakan Mozaic of Singkawang. Produk-produk para pengrajin lokal tersebut menggunakan konsep desain yang miniatur, hybrid, modular, dan alam. Menampilkan berbagai seni purwarupa, diharapkan agar tidak hanya memiliki karakter yang kuat tetapi juga fungsional dan praktis untuk dibawa sebagai pengembangan ekonomi kreatif di Singkawang.
Neni Moerniaeni pun menyempatkan turut berpartisipasi mencoba mewarnai kertas bergambar yang disediakan pengelola SCC di sebuah stan yakni Ruang Kreatif. Tema kegiatan Rakerwil ke 4 ini sendiri membahas penguatan sektor pariwisata melalui kerja sama daerah.
Disinggung mengenai tema ini kata Neni, tiap daerah termasuk Bontang harus diperkuat untuk dapat menghadapi daya saing Indonesia dalam menghadapi iklim perdagangan internasional. Penguatan tersebut dapat dilakukan melalui pembangunan perekonomian di daerah, baik dari bidang pariwisata, perdagangan, pertanian, ataupun investasi.
“Perekonomian daerah dapat dibangun melalui pengembangan potensi-potensi daerah. Pengembangan potensi tersebut merupakan dasar pondasi pembangunan perekonomian daerah dalam menghadapi kompetisi perdagangan internasional,” jelas Neni. (adv)

