EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Predikat Kota Layak Anak (KLA) di Bontang tahun ini ditarget untuk meningkat. Namun, belum bisa dipastikan akan terealisasi mengingat pandemi corona virus disease (Covid-19) menjadi salah satu penghambatnya.
"Awal tahun ini kita sudah jadwalkan pelatihan di Jakarta. Tapi karena Covid-19 akhirnya terpending lagi," kata Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bakhtiar Mabe, Senin (11/05/2020).
Baca juga: Disnaker Bontang Buka Posko Pengaduan dan Konsultasi THR
Saat ini Bontang telah menyandang KLA predikat Madya. Ia menyampaikan, jika memungkinkan bisa ditingkatkan menjadi Nindya bahkan Utama. Namun, lagi-lagi menurutnya hal itu tergantung kondisi penyebaran pandemi Covid-19.
"Doakan saja, semoga virus ini segera pulih. Sehingga apa yang sudah direncanakan sejak awal bisa terlaksana, termasuk KLA belum tahu pasti tahun ini bisa dilaksanakan atau tidak," tuturnya.
Proses demi proses siap dilakukan. Bakhtiar Mabe menuturkan jadwal kegiatan yang direncanakan tahun ini tidak hanya satu atau dua. Namun beberapa agenda yang sifatnya mengumpulkan massa terancam tertunda.
Baca juga: Pelaksanaan FHAN Kota Bontang 2020 Tunggu Kondisi Pandemi Membaik
Diketahui, dalam peringatan puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2019 menjadi hari spesial bagi Kota Bontang. Pasalnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menetapkan Kota Bontang sebagai penerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dengan predikat Madya.
Hari Anak Nasional diperingati setiap tahun pada 23 Juli. Peringatan Hari Anak Nasional merupakan bagian yang sangat penting dalam upaya bersama mengkampanyekan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak Indonesia.
Hari Anak Nasional Tahun 2019 dipusatkan di Kota Makassar Sulawesi Selatan dengan tema “Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak”. Sebanyak 135 kabupaten/kota di Indonesia berhasil meraih predikat Pratama, 86 kabupaten/kota meraih predikat Madya, dan 23 kabupaten/kota meraih predikat Nindya.(adv)

