PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Gagal Masuk Sekolah Pilihan? Disdikbud Samarinda Siapkan Ratusan Kursi Cadangan

Home Berita Gagal Masuk Sekolah Pilih ...

Keluhan orang tua yang anaknya gagal masuk sekolah negeri masih bermunculan.


Gagal Masuk Sekolah Pilihan? Disdikbud Samarinda Siapkan Ratusan Kursi Cadangan
Disdikbud Samarinda mengungkap masih tersedia ratusan kursi kosong di SMP negeri. Foto: Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Saat sebagian orang tua masih mempersoalkan hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda justru menemukan ratusan kursi SMP negeri yang belum terisi.

Kesempatan itu kini dibuka bagi siswa yang belum memperoleh sekolah, dengan target seluruh penempatan selesai sebelum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda, Wahiduddin, mengatakan pihaknya saat ini sedang memvalidasi data 36 calon peserta didik yang sebelumnya mengajukan keberatan karena belum diterima di sekolah negeri.

Proses tersebut dilakukan dengan mencocokkan data calon siswa dengan sekolah-sekolah yang masih memiliki daya tampung.

"Kita sedang validasi data-datanya, kemudian apa yang menjadi keinginan-keinginan mereka kita sesuaikan dengan ketersediaan di lapangan," ujar Wahiduddin kepada Ekspos Kaltim.

Menurut dia, langkah tersebut mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 yang memberi ruang bagi sekolah yang kuotanya belum terpenuhi untuk tetap menerima peserta didik hingga daya tampung maksimal tercapai.

Karena itu, kesempatan tidak hanya diberikan kepada 36 siswa yang sedang diverifikasi. Disdikbud juga membuka peluang bagi siswa lain yang belum diterima agar segera mencari sekolah negeri yang masih memiliki kursi kosong.

"Jadi silakan masyarakat yang memang anaknya masih ingin ke sekolah negeri, silakan cari sekolah-sekolah yang memang kuotanya masih ada," katanya.

Berdasarkan rekapitulasi sementara, terdapat 433 kursi kosong yang dilaporkan sekolah-sekolah negeri kepada Disdikbud. Selain itu, sekitar 150 kursi lainnya tersedia karena calon peserta didik yang sebelumnya lolos seleksi tidak melakukan daftar ulang.

Dengan demikian, total daya tampung yang masih bisa diisi mencapai sekitar 583 kursi yang tersebar di berbagai SMP negeri di Kota Samarinda.

Wahiduddin juga menanggapi keluhan sejumlah orang tua yang membandingkan hasil seleksi tahun ini dengan penerimaan siswa pada tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, peluang diterima sangat dipengaruhi oleh strategi pemilihan sekolah saat proses pendaftaran.

Ia mencontohkan peserta didik yang berdomisili di kawasan Karang Asam namun memilih SMP Negeri 1, SMP Negeri 4, dan SMP Negeri 10 sebagai pilihan utama. Padahal terdapat sekolah lain yang jaraknya lebih dekat dari tempat tinggal sehingga peluang diterima lebih besar.

"Ya tetap tidak akan masuk. Kejelian orang tua melihat sebenarnya dari tiga sekolah yang dipilih itu minimal satu lah yang dekat rumah," jelasnya.

Ia menyarankan orang tua menjadikan sekolah terdekat dari rumah sebagai pilihan utama sebelum menentukan pilihan kedua dan ketiga.

Menurut Wahiduddin, sistem seleksi jalur domisili bekerja berdasarkan jarak yang terbaca dari titik koordinat alamat calon peserta didik menuju sekolah, bukan berdasarkan kedekatan secara kasat mata atau hubungan bertetangga.

Karena itu, dua rumah yang berdekatan sekalipun bisa memperoleh hasil seleksi berbeda apabila salah satunya berada di luar batas jarak terakhir yang diterima sistem.

"Boleh jadi orang bertetangga, satunya masuk, satunya tidak karena memang batas jarak terjauhnya. Sistem ini tidak mengenal bertetangga, tetapi membaca batas jarak terakhir yang diterima," terangnya.

Disdikbud menargetkan seluruh proses distribusi siswa ke sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota dapat dirampungkan sebelum MPLS dimulai.

"Kalau perlu di tanggal 9 ini sudah selesai," pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :