EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Adanya ribuan korban bencana gempa dan tsunami Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) ke Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat perhatian serius dari Fraksi PKB DPRD Kaltim. Fraksi PKB DPRD Kaltim mendukung adanya rencana transmigrasi untuk korban bencana tersebut.
Diketahui, saat ini sedikitnya ada tiga daerah di Kaltim yang menampung ribuan korban bencana Sulteng. Yaitu Balikpapan, Samarinda dan Kutai Timur.
Baca juga: DKP3 Bontang Siap Sukseskan Perayaan Hari Pangan Sedunia 2018 di Banjarmasin
Ketua Fraksi PKB DPRD Kaltim Syafruddin menyatakan, pihaknya siap mengawal jika mereka para pengungsi serius untuk berada di Kaltim dalam jangka panjang.
“Saya mendukung jika memang itu memungkinkan. Saya kira tak masalah jika hampir 2 ribuan korban bencana yang mengungsi di Kaltim itu jadi warga Kaltim. Lahan Kaltim kan masih luas,” jelasnya.
Rencana program transmigrasi ini sudah dihembuskan oleh Pemkot Balikpapan. Balikpapan saat ini menjadi pusat penampungan korban bencana gempa dan tsunami Sulteng. Sedikitnya ada 2 ribu lebih warga Sulteng yang masih mengungsi di Kota Minyak tersebut.
Caleg Dapil Balikpapan ini pun mengaku sudah mendengar keinginan Pemkot Balikpapan yang mengusulkan adanya transmigrasi untuk korban gempa Sulteng. Saat ini , lanjutnya, tinggal bagaimana Pemprov Kaltim dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membuat program dan langkah-langkah merealisasikan hal tersebut.
“Kita harus menyediakan perangkat untuk mereka, bagaimana mengakomodir ini, supaya mereka mendapat ruang dan fasilitas memadai di Kaltim. Jadi bola (transmigrasi) sekarang di tangan Pemprov Kaltim,” imbuhnya.
Udin-sapaannya- mengaku, memiliki banyak relasi di Kementerian Transmigrasi. Ia mengklaim, bukan hal yang sulit jika pemerintah mau melakukan program tersebut.
“Saya siap memfasilitasi dan membantu ini. Intinya Fraksi PKB siap membantu kalau ini serius adanya transmigrasi di Kaltim,” tambahnya.
Baca juga: Pupuk Kaltim Tingkatkan Wawasan Berkomunikasi Warga Binaan
Program transmigrasi ini, kata dia, bisa menjadi salah satu langkah antisipasi dini kemungkinan menambah beban masalah sosial di Kaltim. Untuk itu, ia mengusulkan kepada pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah preventif dan antisipasi dini. Jika tidak, ia menyakini akan berimplikasi terhadap angka kemiskinan di Kaltim.
Udin berujar, Pemerintah Kaltim harus menyiapkan program atau rencana dalam rangka menempatkan dan memberi kesempatan yang baik untuk mereka para korban gempa di Kaltim untuk mendapatkan tempat.
“Saya kira Kaltim tidak ada alasan untuk membiarkan atau menelantarkan pengungsi. Kita kan punya lahan atau tanah yang luas. Jadi, ini kembali ke pemerintah dan kembali ke pengungsinya mau atau tidak tinggal di Kaltim,” tutupnya. (adv)
Video EKSPOS TV: Masuk Nominasi Penghargaan, Program Detektif Cekatan PT KNI Dinilai Tim CSR Kemensos RI
ekspos tv

