EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Daya beli masyarakat Bontang terhadap kebutuhan daging sapi di dua tahun terakhir mengalami penurunan, namun hal tersebut bertolak belakang dengan meningkatnya kebutuhan daging ayam potong dipasaran.
Dikatakan Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, Amran, penurunan tersebut diduga akibat tingginya harga jual daging sapi yang mencapai Rp.135.000/kg.
Baca: Tambang Ilegal di Samarinda Terkuak, Disinyalir Dibekingi Oknum Polisi
“Sebelumnya di RPH Kota Bontang biasa memotong 10 ekor sapi, kini menjadi 8 ekor,” terang Amran kepada media ini di Gedung Graha Taman Praja, Bontang Lestari, Kamis 22 Februari 2018 pagi.
Masyarakat Bontang kini lebih memilih ikan dan daging ayam untuk menjadi teman lauk nasi, hal tersebut terjadi mengingat harga ikan dan daging ayam lebih murah jika dibanding dengan daging sapi.
Menurut data dari DKP3, saat ini kebutuhan ayam potong dari yang semula hanya 5 ribu ekor perhari, kini meningkat diangka 8-10 ribu ekor setiap harinya, di tahun 2017 sebanyak 5 juta ekor ayam potong yang dikonsumsi masyarakat di kota taman.
Baca: Bawaslu Segera Proses Gugatan PBB dan PKPI
Melihat kebutuhan ayam potong di Bontang yang cukup tinggi, membuat sebagian masyarakat mencoba memanfaatkan peluang tersebut.
Namun ketatnya persaingan harga dan tingginya biaya operasional, membuat masyarakat berfikir ulang. Saat ini, tidak lebih dari sepuluh pengusaha ternak ayam potong yang terdaftar di DKP3 Bontang.
“Sama hal dengan suplai sapi. Terbanyak ayam potong disuplai dari luar Bontang, kebanyakan dari Samarinda,” pungkasnya. (adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Polres Bontang Imbau Pendukung Paslon Tertib Lalu Lintas saat Kampanye
ekspos tv
VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone
ekspos tv
VIDEO: Bertepatan Imlek, KPU Bone Tolak Tim Umar-Madeng Sampaikan Aspirasi
ekspos tv

