EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Kerja Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim, memang laik diapresiasi. Pasalnya, pihaknya terus berinovasi demi kemajuan dunia pendidikan.
Teranyar adalah penggunaan inovasi baru untuk memantau kegiatan pendidikan cukup dari layar ponsel.
Yakni, Digital Learning. Suatu sistem informasi, komunikasi dan teknologi yang bisa memantau seluruh kegiatan siswa di satu sekolah. Mulai dari kegiatan belajar mengajar, kegiatan siswa, nilai ulangan, kehadiran siswa maupun guru hingga aktifitas pendidikan lainnya.
Baca juga: Banyak Petugas Pemilu Berguguran, IDI Kaltim Turun Tangan
Sistem ini juga mendorong siswa lebih mandiri dalam belajar dan mendalami materi bahan ajar. Karena mereka dapat belajar kapan dan di mana saja, baik secara offline maupun online.
Orangtua dapat memantau seluruh kegiatan anak mereka, cukup dengan menekan tombol informasi yang diinginkan.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kutim Roma Malau mengatakan, sementara ini baru dua sekolah yang menerapkan system tersebut. Yakni SMPN 1 dan SMPN 3 Sangatta Utara.
“Kedepan saya berharap seluruh sekolah di Kutim bisa menggunakan digital learning, namun untuk saat ini kami masih terkendala di minimnya jaringan internet. Kalau semua kawasan sudah terjangkau internet, seluruh sekolah bisa manfaatkan konsep digital learning ini,” katanya saat ditemui, Kamis (25/4/19).
Baca juga: Wagub Tinjau Lokasi Pembangunan Pabrik Semen di Kutim
Roma mmenambahkan bahwa dalam penggunaan learning digital ini tak hanya digunakan pada masa ujian saja, namun juga menjadikan aplikasi melalui gadget untuk melancarkan kegiatan belajar mengajar di kelas.
Misal menggunakan aplikasi Atmodo, Kahoot, dan juga Quizziz. Guru sebelum mengggunakan sistem aplikasi harus input dulu materi ajar atau soal. Baru kemudian siswa diarahkan mengakses atau download.
“Lebih nyaman untuk guru dan siswa. Namun gurunya juga harus lebih telaten untuk input materi ajar ke aplikasi,” pungkas Roma. (adv)

