EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melarang tegas perpeloncoan terhadap para pelajar baru yang masuk sekolah, saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Plt Kadisdik Kutim Roma Malau mengatakan dinas pendidikan telah meminta pihak sekolah untuk mengutamakan kegiatan positif dan keagamaan saat proses pengenalan lingkungan sekolah terhadap para pelajar baru.
Baca juga: Cegah PTM, Puskesmas Kaliorang Gelar Raket Sakti
“Lebih diutamakan kegiatan keagamaan dan kegiatan yang bersifat positif. Hal itu lebih bijak untuk dilakukan,” ujar Roma kepada wartawan, Selasa (16/7/2019).
Masa pengenalan lingkungan sekolah kini tengah berlangsung di berbagai tingkatan sekolah di Kutim.
Roma mengatakan, pihaknya memastikan tidak akan ada perpeloncoan di lingkungan sekolah di Kutim saat MPLS. Pasalnya, sambung Roma, pengawasan terhadap kegiatan tersebut dirasa sudah maksimal.
"Kami pastikan tidak akan terjadi perpeloncoan. Kami sudah arahkan sekolah untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif," katanya.
Kendati demikian, Roma menambahkan, sekolah tetap mendidik sikap dan mental para pelajar saat masa pengenalan lingkungan sekolah. Namun dengan cara yang lebih halus.
Baca juga: 3 Pelajar Kutim Lolos ke Jambore Dunia di Amerika
Dari pantauan media ini, salah satu sekolah di Sangatta Utara pada hari pertama memang melakukan MPLS dengan menggelar kegiatan positif salah satunya kegiatan yang diisi oleh penyulu keluarga berencana dari BKKBN Kutim dengan mengenalkan program Genre ke siswa-siswa.
Di kesempatan itu, Monica selaku penyuluh KB menyebutkan pentingnya remaja untuk membentuk kepribadian yang kuat dalam menyongsong masa depan yang cerah.
“Remaja perlu paham setiap fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan fungsi lingkungan, agar remaja memiliki pemahaman, sikap dan prilaku positif tentang hak-hak reproduksi untuk meningkatkan kualitas generasi penerus,” tandasnya. (adv)

