EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kutim kembali memberikan Bantuan Lanjut Usia (BLU) kepada masyarakat yang sudah memasuki usai senja. Santunan ini diberikan dengan tujuan agar masyarakat yang sudah lansia tetap mendapatkan penghasilan dan merasakan hidup sejahtera.
BLU hanya diterima oleh warga yang berusia 60 tahun dan kepada masyarakat yang ekonomi keuangannya berada di garis kemiskinan atau fakir miskin. Sementara itu, untuk pensiunan tenaga kerja yang sudah lansia, tidak mendapatkan santunan. Hal ini dikatakan oleh Kadinsos Kutim Jamiatulkhair Daik melalui Sekretaris Dinsos Sudarto.
Baca juga: Wujudkan Keadilan Sosial, Pemkab Kutim Bantu Biaya Persalinan Warga Miskin
"Jadi, santunan ini kita berikan hanya kepada warga yang memang benar-benar membutuhkan, yang strata sosialnya kurang mampu, atau fakir miskin saja," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Dinso Kutim, Kawasan Bukit Pelangi, Selasa (6/8/2019).
Lebih lanjut, besaran nominal yang akan diberikan kepada lansia yang sudah terdaftar sebesar Rp 250 ribu dan akan diberikan setiap bulannya dengan cara transfer melalui via Bank.
"Nanti bantuan berupa uang ini akan kita transferkan melalui bank yang bekerja sama dengan pihak kita setiap bulannya. Namun pada 2019 BLU belum dapat dicairkan rencananya akan kita rapel dari Januari hingga akhir tahun, dan dana BLU akan dibayarkan pada 2020 mendatang," terangnya.
Baca juga: BPJS TK2D Tertolak, Dinkes Kutim Imbau Lunasi Tunggakan
Namun untuk saat ini diketahui jumlah penerima BLU hanya sekitar 183 jiwa yang tersebar disepuluh kecamatan se Kutim. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya tenaga pendamping di setiap kecamatan. Tenaga pendamping ini bisa dari Karang Taruna atau juga dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang berpengalaman dari setiap kecamatan, dan masing-masing kecamatan setidaknya memiliki satu orang TKSK.
"Masih ada sekitar delapan kecamatan yang belum melaporkan, karena tenaga pendampingnya belum ada, yakni Kecamatan Bengalon, Kaliorang, Sandaran, Telen, Karangan, Rantau Pulung, Muara Ancalong, dan Long Mesangat.
Lebih lanjut, bagi lansia yang masih produktif dan ingin membuka usaha, maka akan diberikan modal berupa uang tunai sebesar Rp 2 juta. (adv)

