EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Masuknya 17 orang pengungsi korban gempa dan tsunami Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) ke Kota Bontang menjadi perhatian tersendiri bagi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-P3M) Kota Bontang.
Kepala Dinsos P3M Bontang, Abdu Safa Muha menyatakan langkah-langkah pendampingan terus diberikan jajarannya guna memastikan kebutuhan dan keperluan para korban selama dipengungsian terpenuhi.
Baca juga: Warga Pro Pembangunan Masjid di Lapangan Kinibalu Samarinda Gelar Aksi Demo
"Pengungsi yang masuk di Bontang berjumlah 17 orang atau 5 Kepala Keluarga, sudah kami jangkau. Pendampingan tetap kami lakukan. Terakhir ada pengungsi yang berhasil melahirkan di Rumah Sakit Amalia," kata Abdu Safa, Kamis (4/10) siang.
Kata dia, pihaknya tetap menyiapkan fasilitas bantuan bagi para pengungsi. Jika dibutuhkan, Dinsos telah menyiapkan pendampingan trauma healing, dan kebutuhan-kebutuhan lain.
"Harapan saya keluarga mereka yang ada disini untuk aktif komunikasi dengan Lurah dan RT setempat, sehingga kami dapat cepat melakukan tindakan-tidakan yang diperlukan," pintanya.
Baca juga: Wujud Perhatian Pupuk Kaltim Kian Dirasa Masyarakat
Terkait rumah singgah, Abdu Safa menjelaskan beberapa hari ini memang tidak dimanfaatkan sebab digunakan untuk menampung bantuan warga yang akan disalurkan ke Sulteng.
"Rumah singgah menjadi opsi terakhir bagi pengungsi, saat ini mereka ditampung sama keluarganya masing-masing," bebernya. (adv)
Video Lembaga Adat Kutai Besar Kutim Perkenalkan Pesta Adat Pelas Tanah 3 di Jakarta
ekspos tv

