PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Di Balik Pengungkapan Tersangka Tragedi Muara Kate: MI Belum Mengaku, Polisi Pegang Saksi Kunci

Home Berita Di Balik Pengungkapan Ter ...

Di Balik Pengungkapan Tersangka Tragedi Muara Kate: MI Belum Mengaku, Polisi Pegang Saksi Kunci
Tim Jatanras Polda Kaltim saat melakukan pemeriksaan di TKP pembunuhan Russell, 60 tahun. Foto: Instagram/@Beddy_Ratakan

Balikpapan, EKSPOSKALTIM – Polda Kalimantan Timur mengungkap tersangka dalam kasus pembunuhan Russell (60), tokoh adat yang dikenal vokal menolak aktivitas hauling batu bara di jalan nasional, Muara Kate, Kabupaten Paser. Seorang warga setempat berinisial MI (60) yang tak lain sahabat mendiang resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan ini diumumkan dalam konferensi pers oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, Selasa (22/7). Kapolda menyebut, MI diduga menjadi eksekutor penyerangan subuh buta yang menewaskan Russell dan melukai warga lain, Anson (55), di posko penjagaan warga pada 15 November 2024.

“Apakah motifnya terkait langsung dengan penolakan hauling, itu masih kami dalami. Fokus kami saat ini adalah membuktikan peristiwa pidananya terlebih dahulu,” ujar Endar.

Meski belum mengakui perbuatannya, MI ditetapkan sebagai tersangka berdasar hasil penyidikan yang dinilai kuat. Polisi telah mengantongi empat alat bukti: keterangan saksi, hasil autopsi forensik, petunjuk dari rekaman video, serta dokumen visum dan hasil ekshumasi jenazah Russell.

“Dalam hukum acara pidana, dua alat bukti sudah cukup. Kami punya empat. Tinggal pengakuan tersangka saja yang belum,” kata Direktur Reskrimum Polda Kaltim, Kombes Pol Jamaluddin Farti.

Jamaluddin memaparkan detail kronologi versi polisi. MI disebut meninggalkan posko tempat Russell berjaga sekitar pukul 01.30 WITA dan kembali ke rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter. Kepergiannya dinilai janggal, karena menurut saksi, MI jarang pulang di jam tersebut.

Menurut polisi, sekitar pukul 04.00 WITA, MI kembali ke posko dan melakukan penyerangan. Anson diserang terlebih dulu, namun sempat menangkis. Russell ditemukan bersimbah darah dengan luka bacok di leher. Setelah itu, pelaku kembali ke rumah. Ia baru kembali muncul di posko sekitar pukul 04.20, setelah dibangunkan anaknya.

“Yang bersangkutan saat kembali memakai baju biru panjang bertuliskan ‘security’. Itu terekam dalam video milik saksi. Padahal sebelumnya ia mengenakan baju bergaris-garis. Kami juga menemukan kain merah di kepalanya, yang sebelumnya terikat di mandau miliknya,” jelas Jamaluddin.

Keterangan saksi disebut sangat krusial. Salah satu saksi yang berada di lokasi bahkan melihat langsung pelaku. Selain itu, sambung Jamal, korban sempat menyebut nama pelaku sebelum meninggal, memperkuat dugaan terhadap tersangka.

“Ini memperjelas konstruksi peristiwanya. Kami juga sudah lakukan prarekonstruksi, dan hasilnya sesuai dengan keterangan saksi,” tambah Jamaluddin.

Polisi menyatakan terus mendalami kemungkinan pelaku lain. Russell sebelumnya, sesuai penelusuran media ini, sempat menyebut kepada anaknya bahwa penyerang berjumlah lima orang. Dua di antaranya membawa senjata tajam, sementara tiga lainnya menunggu di dalam mobil.

“Bisa saja ada tersangka baru. Itu pasti akan tergambar dalam pengembangan kasus,” ujar Kapolda.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain: pakaian korban berlumuran darah, tujuh unit handphone milik saksi, dokumen bulanan R.A. Café dan penginapan, surat visum atas nama Anson dan Russell, hasil ekshumasi jenazah pada 14 Juli 2025, serta pakaian milik tersangka.

Untuk melindungi para saksi, Polda Kaltim juga telah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). “Kami pastikan keselamatan saksi terjamin,” kata Jamaluddin.

MI dikenal sebagai warga yang aktif berjaga di posko bersama Russell. Kedua sahabat yang masih bersepupu ini terlibat langsung dalam aksi penolakan hauling batubara oleh PT Mantimin Coal Mining (MCM) yang diduga melanggar larangan penggunaan jalan umum. Lokasi penyerangan berada tepat di posko tersebut, memperkuat dugaan bahwa insiden ini tak lepas dari konflik tambang yang masih berlangsung. Soal perlindungan saksi kunci, Wakil Ketua LPSK, Susilaningtias turut merespons. "Saya cek dulu," katanya kepada media ini.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%100%
Sebelumnya :
Berikutnya :