EKSPOSKALTIM, Kutim- Ketua Komisi C Bidang Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur Sayid Anjas mendorong pemerintah menyelesaikan persoalan lahan tembus Pelabuhan Kenyamukan.
Pembangunan pelabuhan saat ini disebut masih terkendala pembebasan lahan jalan pendekat menuju pelabuhan. Menurutnya, pembangunan pelabuhan harus menjadi prioritas diselesaikan tahun ini agar dapat segera beroperasi.
“Pelabuhan kenyamukan itu akan menjadi andalan Kota Sangatta dan menjadi daerah istimewa. Karena telah terpilih sebagai Jalur Tol Laut 8, maka perlu untuk diprioritaskan," katanya, Senin (3/4).
Gubernur Kaltim saat melakukan kunjungan meninjau Pelabuhan Kenyamukan beberapa waktu lalu optimistis keberadaan pelabuhan akan mendongkrak ekonomi Kutim.
Potensi pertanian dan perkebunan Kutim yang melimpah akan semakin besar dengan memanfaatkan pelabuhan sebagai pintu distribusi. Perekonomian Kutim dengan adanya pelabuhan tidak lagi bergantung pada sektor migas dan batu bara.
Seperti yang diketahui, Pelabuhan Kenyamukan merupakan pelabuhan antar pulau yang rencananya akan beroperasi Mei 2017 mendatang, dengan jalur Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Belang-Belang Sulawesi Barat, Sangatta dan Pulau Nyamuk Sebatik.
“Semoga masalah lahan cepat terselesaikan, agar pelabuhan sudah dapat starting dan ikut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutim. Sekaligus untuk menggali sektor ekonomi masyarakat Sangatta," ujarnya. (adv)

