EKSPOSKALTIM.com, Bone - Aksi demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone di kantor PDAM pada Selasa (19/2) siang terkait penolakan kenaikan tarif air, nyaris ricuh.
Hal itu bermula saat massa HMI memaksa menerobos masuk ke gedung dimana Direktur PDAM Bone Andi Sofyan Galigo berada.
Baca juga: Memakan Korban, Kapolres Bone Imbau Masyarakat Waspada Pinjam Uang Online
Sebelumnya, demonstran dari HMI Cabang Bone berdialog dengan pihak PDAM Bone yang diwakili Kepala Bagian Keuangan, Iskandar.
Usai berdialog alot terkait dasar PDAM menaikkan tarif dasar air melebihi 50 persen, kedua belah pihak sepakat untuk bersama-sama ke Pemda.
"Tarif PDAM sudah dikaji oleh pemerintah daerah. PDAM hanya sebagai operator, jadi apapun hasil dari pemda itu kita jalankan," ujar Iskandar.
"Jadi lebih baik mari kita sama-sama ke Pemda," ajak Iskandar.
Massa HMI pun menyambut baik hal tersebut dengan syarat, Direktur PDAM Andi Sofyan Galigo ikut serta ke kantor Pemda. Mendengar hal itu, Iskandar bergegas menemui Sofyan.
Kesal karena dibiarkan menunggu lama di mulut gerbang pintu keluar, kader HMI pun memutuskan masuk untuk menjemput Direktur PDAM.
Namun langkah mereka terhenti oleh barikade petugas kepolisian yang berjaga di depan pintu gedung dimana Direktur PDAM berada.
"Sekarang bukan lagi saatnya berkonsolidasi. Kami tidak butuh bahasa diplomatis. Bapak tadi janji kami sama-sama ke pemda, jadi ayo kita sama-sam ke sana," teriak Iwan Taruna selaku koordinator aksi.
Karena tak mendapat jawaban, massa HMI pun memaksa untuk masuk ke ruangan Direktur PDAM, namun dihalau oleh petugas kepolisian.
Tak pelak, aksi saling dorong antara petugas dan massa HMI pun terjadi. Namun beruntung, kedua belah pihak masih mampu menahan diri sehingga tak berakhir ricuh.
Ketegangan mulai reda saat Direktur PDAM Bone Andi Sofyan Galigo muncul di hadapan demonstran, dan siap bersama-sama menuju ke kantor Pemda Bone.
Kabag Ops Polres Bone Kompol H Syamsu Alam yang dikonfirmasi menjelaskan, ada mis komunikasi antara Iskandar dengan Direktur PDAM.
Baca juga: Antara Badik dan Lelaki Bugis di Mata Kapolres Bone
"Nanti setelah kita komunikasikan, baru mereka sepakat untuk sama-sama ke kantor Pemda," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi serupa menolak kenaikan tarif dasar air juga dilakukan HMI Cabang Bone pada 30 Nopember 2018.
Dalam aksi sebelumnya berujung ricuh, sehingga sejumlah kader HMI mengalami sejumlah luka.
Korlap aksi Iwan Taruna mengalami pemukulan yang diduga dilakukan oleh pegawai PDAM Bone, hingga mengakibatkan hidung dan mulutnya berdarah.

