Memasuki awal pekan, BMKG memprakirakan cuaca di Kalimantan belum sepenuhnya stabil. Samarinda berpotensi diguyur hujan ringan, sementara wilayah Kalimantan Selatan diprediksi didominasi awan sepanjang hari.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Cuaca di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) masih menunjukkan pola yang berubah-ubah pada awal pekan ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan masih berpotensi turun di sejumlah wilayah Kalimantan, sementara daerah lainnya didominasi cuaca berawan.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG yang dirilis Senin (15/6/2026), Kota Samarinda menjadi salah satu wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Palangka Raya, Palembang, Pangkal Pinang, Manokwari, hingga Ambon.
Sementara itu, cuaca di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, diprakirakan cenderung berawan sepanjang hari. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan pola cuaca di dua provinsi bertetangga yang sepanjang akhir pekan lalu sama-sama dipengaruhi cuaca basah.
Prakiraan terbaru ini sekaligus memperpanjang potensi hujan di Kaltim setelah sebelumnya BMKG juga memprediksi Samarinda diguyur hujan ringan hingga sedang pada akhir pekan. Karena itu, warga di Kota Tepian dan wilayah sekitarnya masih disarankan menyiapkan payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar ruangan.
Selain Samarinda, BMKG mencatat hujan ringan juga berpotensi terjadi di sejumlah kota lain seperti Bandung, Bengkulu, Jambi, Kendari, Manado, Semarang, Serang, Sofifi, Tanjung Pinang, dan Yogyakarta.
Di wilayah lain, cuaca berawan diprakirakan terjadi di Jakarta, Banda Aceh, Surabaya, Padang, Sorong, Merauke, Nabire, dan Banjarbaru.
BMKG juga memprediksi hujan dengan intensitas sedang berpotensi turun di Medan dan Mamuju. Sementara cuaca cerah diprakirakan mendominasi Denpasar, Gorontalo, Jayawijaya, Kupang, Makassar, Mataram, dan Palu.
Meski sebagian besar wilayah Indonesia hanya berpotensi mengalami hujan ringan, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Peringatan khusus diberikan untuk Kota Pontianak yang berpotensi mengalami hujan disertai petir.
Dalam beberapa hari terakhir, BMKG juga menjelaskan bahwa pola cuaca di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, mulai dari suhu muka laut di perairan Indonesia, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudra Hindia, hingga El Nino dan La Nina di Samudra Pasifik. Kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan dan memiliki banyak bentang pegunungan turut membuat karakter cuaca di setiap wilayah menjadi berbeda-beda.
Karena itu, masyarakat di Kaltim dan Kalsel diimbau terus memantau perkembangan cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG maupun kanal resmi BMKG, terutama bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan atau melakukan perjalanan antardaerah.



