EKSPOSKALTIM, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mendorong porsi participating interest (PI) dalam pengelolaan Blok Ganal, menyusul temuan cadangan migas raksasa di lepas pantai yang dinilai strategis bagi daerah meski berada di luar batas kewenangan wilayah.
Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto mengatakan permohonan tersebut didasarkan pada posisi infrastruktur penunjang migas yang berada di wilayah Kaltim, khususnya di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Kami akan meminta alokasi pengelolaan ini karena seluruh infrastruktur penunjang berada di wilayah Kaltim,” ujarnya di Samarinda, Jumat (24/4).
Temuan cadangan migas di Sumur Geliga dan Sumur Gula disebut memiliki potensi lebih dari tujuh triliun kaki kubik gas serta sekitar 375 juta barel minyak.
Meski lokasi temuan berada di atas 12 mil laut atau di luar kewenangan daerah, Pemprov Kaltim tetap memperjuangkan keterlibatan melalui perusahaan daerah guna memperoleh manfaat ekonomi langsung.
Menurut Bambang, pemerintah daerah juga telah mendapatkan respons awal berupa tawaran pengelolaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor energi.
Blok Ganal sendiri dioperasikan oleh perusahaan asal Italia, ENI, dengan porsi kepemilikan sebesar 82 persen.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut penemuan tersebut sebagai potensi besar bagi ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.
Ia memproyeksikan produksi gas dari Blok Ganal akan meningkat signifikan, dari sekitar 700 MMSCFD menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028, dan terus naik hingga 3.000 MMSCFD pada 2030 untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Pengembangan proyek ini direncanakan menggunakan fasilitas produksi terapung (FPSO) baru dengan kapasitas hingga satu miliar kaki kubik gas per hari, serta memanfaatkan infrastruktur eksisting seperti Kilang LNG Bontang guna mempercepat proses monetisasi.



