PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Kaltim Turun Jadi 5,95 Persen

Home Berita Bps: Jumlah Penduduk Misk ...

BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Kaltim Turun Jadi 5,95 Persen
Ilustrasi kemiskinan. (int)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim merilis data terbaru angka kemiskinan di Kaltim. Hasilnya, jumlah penduduk miskin di Kaltim pada Maret 2019 tercatat sebanyak 219.920 jiwa atau sebesar 5,94 persen dari total jumlah penduduk. Angka ini terjadi penurunan sebesar 0,12 persen ketimbang September 2018 yang sebanyak 222.390 jiwa atau sebesar 6,06 persen.

"Berarti jumlah penduduk miskin di Kaltim secara absolut berkurang sebanyak 2.470 orang atau turun sebesar 0,12 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Atqo Mardiyanto kepada wartawan dalam press rilisnya, Selasa (16/7/2019).

Baca juga: Abdullah Sani Resmi Jabat Sekprov Kaltim

Ia menjelaskan, jika ditelaah data tersebut maka telah terjadi pergeseran antara penduduk perkotaan dan perdesaan. Kata dia, jumlah penduduk miskin di perkotaan dan perdesaan mengalami penurunan baik secara absolut maupun secara persentase.

Selama September 2018 hingga Maret 2019, penduduk miskin di perkotaan turun 670 orang, dari sebanyak 108.340 orang pada September 2018 turun menjadi 107.670 orang pada Maret 2019. Persentase penduduk miskin di perkotaan turun 0,05 persen dari 4,36 persen pada September 2018, menjadi 4,31 persen pada Maret 2019.

Sedangkan untuk penduduk miskin di daerah perdesaan, sambungnya, turun sebanyak 1.800 orang, dari 114.050 orang pada September 2018 menjadi 112.250 orang pada Maret 2019.

Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan turun 0,34 persen, yakni dari 9,65 persen pada kondisi September 2018 menjadi 9,31 persen dalam keadaan Maret 2019.

"Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan masih lebih besar dibanding dengan di daerah perkotaan. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada bulan Maret 2019 dan September 2018 masing-masing sebesar 9,31 persen dan 9,65 persen," bebernya.

Lebih jauh, ia juga menjelaskan penilaian ini didasari dari naiknya angka garis kemiskinan (GK) selama September 2018 hingga Maret 2019, naik sebesar 1,83 persen, dari Rp598.200 per kapita pada September 2018 menjadi Rp609.155 per kapita pada Maret 2019.

Baca juga: Sebanyak 2.847 Calon Haji Kaltim Siap Berangkat ke Tanah Suci

"Untuk indeks kedalaman kemiskinan mengalami kenaikan, dari 0,764 pada September 2018 menjadi 0,910 pada Maret 2019. Indeks keparahan kemiskinan juga naik dari 0,148 menjadi 0,210 pada periode yang sama," ujarnya.

Sementara, pada Maret 2019, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk yang diukur oleh Gini Ratio tercatat sebesar 0,330. Angka ini lebih kecil jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2018 yang tercatat 0,342.

"Pada Maret 2019, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 20,24 persen. Ini bahwa pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan yang rendah," pungkasnya. (*)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :