Sekolah Rakyat di Bontang mulai masuk fase yang menentukan. Pemkot kini mengejar kesiapan lahan seluas 4 hektare agar pekerjaan fisik bisa bergerak mulai Oktober.
EKSPOSKALTIM, Bontang – Pemerintah Kota Bontang mempercepat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat, di Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Sekolah Rakyat yang dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu itu nantinya memiliki kapasitas sekitar 1.080 siswa, yang mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA.
Selain ruang belajar, kawasan tersebut akan dilengkapi asrama, laboratorium, rumah ibadah, sarana olahraga dan ruang terbuka hijau (RTH) yang terintegrasi dalam satu kawasan.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan tahap awal pembangunan akan difokuskan pada pematangan lahan seluas 4 hektare.
Lahan tersebut membutuhkan pekerjaan cut and fill dengan estimasi pemindahan tanah mencapai 41 ribu meter kubik.
"Pengerjaan kami targetkan ya mulai dilakukan pada Oktober bulan depan ya," ujarnya, Jum'at (11/9).
Guna mengejar target tersebut, Pemkot Bontang akan membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Dukungan yang dibutuhkan antara lain berupa alat berat, bahan bakar minyak (BBM), hingga kebutuhan operasional selama proses pematangan lahan.
“Harus bergerak cepat dan terukur, untuk pematangan lahan. Nanti kami akan menjalin komunikasi dengan dunia usaha untuk dukungan alat berat melalui CSR,” imbuhnya.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah mempercepat pemutakhiran data calon peserta didik. Pendataan dilakukan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) agar calon siswa yang masuk dalam program benar-benar sesuai dengan kriteria penerima.
Agus Haris menegaskan, pendataan harus terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta data milik Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.
Sasaran utama Sekolah Rakyat adalah masyarakat miskin ekstrem hingga kelompok masyarakat pada desil 1 sampai 5.
“Biar tidak kehilangan kesempatan memperoleh program prioritas nasional ini, kami minta seluruh OPD memahami tugasnya sesuai SK, untuk mempercepat pendataan calon peserta didik, dan memastikan seluruh persyaratan dapat dipenuhi tepat waktu,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, lokasi pembangunan Sekolah Rakyat memiliki status lahan hibah bersertifikat, sehingga telah memenuhi aspek legalitas untuk mendukung pelaksanaan pembangunan.


