EKSPOSKALTIM, Samarinda - Sungguh malang nasib Muhammad Tahayasin Maulana. Niat baik menolong teman-temannya justru berbuah pahit bagi dirinya. Bocah 14 tahun itu ditemukan tak bernyawa oleh tim search and rescue (SAR) gabungan, sehari setelah Yasin – panggilan akrabnya – dilaporkan hilang.
Berdasarkan data yang dihimpun Ekspos Kaltim, peristiwa naas itu terjadi pada Selasa (5/12/2017), sekira pukul 11.00, di Sungai Kunjang – anak Sungai Mahakam – kawasan Jalan Teuku Umar, Samarinda.
Saat itu, ada belasan anak-anak asik bermain air di sungai yang berada tepat di belakang Kantor DPRD Kaltim. Sejurus itu, hujan deras mengguyur Kota Tepian.
Agrian Risandi, bocah 14 tahun, asik berenang-renang di sungai tersebut. Namun, tiba-tiba air sungai naik. Arus pun semakin kencang. Kondisi itu membuat fisik Agrian melemah, lantaran tidak kuat menahan derasnya arus.
Melihat hal itu, Jaini – rekan Agrian – berusaha menyelamatkan temannya itu dengan menceburkan diri kedalam sungai. Namun, Jaini juga tidak kuat menahan arus, hingga membuat fisiknya ikut menurun.
Yasin yang mengetahui hal itu sigap memberikan pertolongan. Bocah yang masih duduk di bangku SMP itu ikut nenceburkan diri untuk menolong teman-tamannya itu.
Agrian dan Jaini berhasil diselamatkan. Namun lacur bagi Yasin. Arus sungai semakin kencang. Tubuh mungilnya tak cukup kuat untuk menahan derasnya arus kala itu. Penghobi sepakbola itu pun hanyut.
Tim gabung SAR mengevakuasi jenazah Yasin, Rabu (6/12/2017), sekira pukul 15.30.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kaltimra, Gusti Anwar Mulyadi, melalui Kasi Operasional Operasi dan Siaga, Octavianto, mengatakan setelah mendapat laporan hilangnya Yasin, tim SAR gabungan segera mencari rimba bocah tersebut.
“Unsur SAR yang terlibat, mulai dari Unit Siaga SAR Samarinda, Brimobda Samarinda, SAM Fire Rescue Samarinda, Balakrcana hingga warga. Sedangkan Alut SAR yang digunakan ada truck personil, perahu fiber dan rubber boat. Jumlah personil dalam pencarian ini ada sekitar 50-60 orang,” katanya.
Pencarian pun membuahkan hasil keesokan harinya. Namun, Yasin ditemukan dengan kondisi tak bernyawa. Octa – sapaan akrab Octavianto – menerangkan Yasin ditemukan tak jauh dari lokasi dilaporkannya hilang.
“Korban langsung dievakuasi, dan dikarenakan permintaan keluarga, korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayangkan di rumah duka,” tukasnya.
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Cycling Tour Semarakkan Erau Pelas Benua Kota Bontang
ekspos tv
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
VIDEO: Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala 2017
ekspos tv

