EKSPOSKALTIM, Samarinda - Banjir yang menerjang baru tadi menyulitkan warga Samarinda hingga memutus akses jalan ke Bontang.
Hujan lebat pada 29 Januari 2025 lalu membuat 5 kecamatan di Samarinda terendam. Dampak banjir dirasakan hingga 5.900 jiwa.
Banjir selama 4 hari lamanya itu membuat aktivitas warga lumpuh total. Anggota DPRD Samarinda Viktor Yuan pun mengimbau masyarakat dan pemerintah lebih proaktif.
Salah satu cara paling efektif, menurut dia, adalah dengan membuat lubang di tanah yaitu biopori di rumah masing-masing.
"Jika masyarakat menyadari akan penting di setiap rumah ada biofori, maka ikut menyumbang menurunkan banjir 30 persen," kata politikus Demokrat ini.
Wakil rakyat dapil Samarinda Utara itu menyebut pemanfaat lahan untuk biopori di ruang privat warga untuk membantu penyerapan air ketika hujan.
Biofori itu sebagai upaya pencegahan minimal.
"Program ini sedang saya usulkan ke wali kota dan dinas Samarinda," ucap Viktor dijumpai di Jalan Basuki Rahmat 2 belum lama ini.
Namun tetap juga, upaya maksimalnya adalah dengan membuat danau atau volder retensi air hujan.
"Pembuatan Volder Pampang, Bengkuring dan kecamatan lain sudah dikerjakan Pemkot Samarinda sekarang dilanjutkan ke Volder lainnya yang belum selesai," imbuh Viktor lagi.
Secara jangka panjang ia mendorong pemerintah tetap melanjutkan program pengentasan banjir yang inklunsif.
Seperti halnya, Proyek Tanggul Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus (SKM) diselesaikan terkait pembebasan lahannya.
"Pemerintah kasih solusi. Rakyat jangan digusur begitu saja. Kasih rakyat lahan sebagai tempat tinggal," ujarnya.
Dengan begitu, anak sungai SKM dibuat sistem kanal disertai pompa air untuk mempercepat aliran air ke Sungai Mahakam.
"Ini salah satu upaya membebaskan banjir khususnya di wilayah Samarinda Utara saja," ungkapnya.
Saluran parit permukiman warga juga harus bersih dari sampah - sampah terutama plastik yang dapat menyumbat saluran got. Karena itu diperlukan gotong - royong bersama di tingkat Rukun Tetangga (RT).
"Masyarakat wajib menjaga kebersihan," jelas Viktor.

