EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Arus manusia menuju dan dari Kalimantan Timur kian rapat. PT Angkasa Pura selaku pengelola Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, membidik layanan hingga enam juta penumpang sepanjang 2026, naik dari realisasi 5,2 juta penumpang pada 2025.
General Manager Angkasa Pura Sepinggan, R Iwan Winaya Mahdar, menyebut target tersebut realistis seiring peran Balikpapan sebagai pintu gerbang utama Kalimantan dan penyangga mobilitas kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Dengan peningkatan kualitas layanan, keandalan operasional, serta kolaborasi dengan para pihak, kami optimistis target itu bisa tercapai,” ujar Iwan di Balikpapan, Senin (5/1), dikutip dari antara.
Optimisme itu ditopang lonjakan penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru. Dalam dua pekan, Bandara Sepinggan melayani sekitar 320 ribu penumpang. Puncak arus keberangkatan terjadi pada 22 Desember 2025 dengan hampir 19 ribu penumpang, sementara puncak arus balik tercatat pada 4 Januari 2026 dengan sekitar 17 ribu penumpang.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pengelola bandara melayani 16 penerbangan tambahan (extra flight). Selama masa Nataru juga tercatat 18 kejadian keterlambatan penerbangan akibat cuaca buruk, namun seluruhnya dapat ditangani tanpa mengganggu keselamatan maupun kualitas layanan.
Angkasa Pura mengoperasikan Pos Koordinasi Nataru selama 22 hari, sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Pos ini menjadi pusat pengamanan dan pelayanan dengan melibatkan TNI, Polri, Otoritas Bandara, AirNav, Basarnas, serta perwakilan maskapai.
“Koordinasi berjalan baik sehingga potensi gangguan bisa dimitigasi,” kata Iwan.
Sepanjang 2025, Bandara Sepinggan mencatat 48.292 pergerakan pesawat, dengan total 5.271.140 penumpang dan volume kargo mencapai 55.583 ton. Rute paling diminati adalah Balikpapan–Jakarta, disusul Makassar, Surabaya, Yogyakarta, dan Tarakan.
Iwan menegaskan, bandara bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan simpul pergerakan ekonomi dan mobilitas pekerja serta pelaku usaha.
“Bandara Sepinggan tetap menjadi pintu gerbang utama pergerakan orang dan barang di Kalimantan Timur,” ujarnya.


