PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Ancaman Pesisir Kaltim: Air Laut Naik hingga 2,8 Meter

Home Berita Ancaman Pesisir Kaltim: A ...

BMKG memperingatkan pasang setinggi hingga 2,8 meter berisiko merendam tambak, mengganggu pelabuhan, dan memicu banjir rob di kawasan pesisir.


Ancaman Pesisir Kaltim: Air Laut Naik hingga 2,8 Meter
Kawasan pesisir Kalimantan Timur diprediksi terdampak kenaikan air laut. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Jakarta - BMKG Stasiun Balikpapan memperingatkan potensi pasang laut tinggi di pesisir Kalimantan Timur pada 20 Desember 2025. Ketinggian air laut diperkirakan mencapai 2,6 hingga 2,8 meter dan berisiko merendam tambak, pelabuhan, hingga permukiman warga.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengimbau pengelola tambak dan warga pesisir di Kalimantan Timur untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi pasang laut tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Diyan Novrida, menyebut pasang laut berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari banjir rob hingga kerugian budi daya perikanan.

“Pasang laut bisa menyebabkan sejumlah hal, seperti banjir rob, tambak terendam, dan dampak lainnya,” ujar Diyan di Balikpapan, dikutip Senin (15/12) dari ANTARA.

Di perairan Balikpapan, pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada 20 Desember 2025 dengan ketinggian mencapai 2,8 meter pada pukul 18.00 Wita. Sementara surut terendah diprakirakan 0,5 meter pada hari yang sama, pukul 11.00 dan 12.00 Wita.

Wilayah yang terdampak pasang surut ini mencakup Samboja dan Samboja Barat di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Kabupaten Paser. Di kawasan-kawasan tersebut masih banyak tambak aktif.

Menurut Diyan, pasang laut berisiko merusak tambak udang, ikan, dan kepiting karena terjangan arus laut. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan juga dapat terganggu, termasuk kegiatan sosial warga pesisir.

“Air laut bahkan bisa masuk ke permukiman yang dekat pantai dan membahayakan anak-anak yang bermain di kawasan pesisir,” katanya.

Peringatan serupa juga disampaikan untuk wilayah muara Sungai Berau dan sekitarnya. Pasang tertinggi diperkirakan mencapai 2,6 meter pada 20 Desember pukul 20.00 Wita, dengan surut terendah 0,5 meter pada 19 Desember pukul 02.00 Wita.

Di kawasan ini terdapat Pelabuhan Tanjung Redeb yang merupakan pelabuhan sungai dan sangat dipengaruhi pasang surut laut, selain tambak aktif dan berbagai aktivitas ekonomi pesisir.

Sementara itu, di muara Sungai Mahakam, tepatnya di Pulau Nubi, Kabupaten Kutai Kartanegara, pasang tertinggi diprakirakan mencapai 2,7 meter pada 20 Desember 2025 pukul 18.00 Wita. Surut terendah diperkirakan 0,6 meter pada hari yang sama pukul 12.00 Wita.

BMKG mengimbau seluruh pihak di kawasan pesisir untuk terus memantau informasi cuaca dan pasang surut laut serta mengantisipasi potensi dampak yang ditimbulkan.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :