EKSPOSKALTIM, Bontang - Dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bontang, Akademi Komunitas Bontang melaksanakan Program Studi Diluar Domisili (PDD) dengan bekerjasama Pemerintah Kota Bontang, Politeknik Negeri Samarinda, PT Pama Persada Nusantara, PT. Sucovindo dan PT United Tractor.
Kegiatan kuliah umum yang berlangsung pagi tadi di Auditorium Eks Kantor Walikota, Jalan Awang Long, Kecamatan Bontang Utara ini dihadiri langsung Walikota Bontang Neni Moerniaeni, Kepala Dinas Pendidikan Dasuki, dan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Abdul Safa Muha.
Hadir pula Direktur Politeknik Negeri Samarinda Ibayasid, Rektor Universitas Turnojoyo Bontang, Perwakilan Kementrian Agama, Lurah Bontang Kuala Eko Mashudi, mahasiswa Akademi Komunitas, siswa dan alumni AK, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Ketua Akademi Komunitas Politeknik Kota Bontang yang juga selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Bontang Dasuki mengatakan, Akademi Komunitas (AK) ini adalah amanat undang - undang nomor 12 tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi pasal 59 ayat 1.
"Akademi Komunitas Bontang sedang mengadakan Program Studi Diluar Domisili (PDD) bekerjasama dengan Politehknik Samarinda, sudah memasuki angkatan ke V,” kata Dasuki.
Selain amanat undang-undang kata Dasuki, AK ini yang mendasari prosesi Pemerintah Pusat dalam hal ini diwakili Kementrian Pendidikan Nasional.
“Didalam renstranya menetapkan indikator kunci utama bahwa kedepan pemerintah pusat akan meningkatkan shekitar persen jumlah mahasiswa koperasi di seluruh Indonesia," bebernya.
Dasuki menambahkan, Akademik Komunitas Politeknik Bontang sendiri sudah memiliki lahan seluas 5 hektar di daerah Bontang lestari, guna menunjang pendidikan Akademik Politeknik Kota Bontang.
"Kalau dilihat dari master plannya itu sangat luar biasa, dan mudah - mudahan bisa menjadi kebanggan Kota Bontang,” pungkasnya.
Diimbuhkannya juga bahwa Akademi Komunitas ini juga memiliki gedung di wilayah Loktuan yang difungsikan sebagai sekertariat dan kampus. Dengan harapan, dapat lebih meningkatkan keinginan dari anak-anak sekalian dalam proses belajar mengajar.
Sementara, Direktur Politeknik Negeri Samarinda Ibayasid menyampaikan apresiasi serta dukungan terhadap rencana Akademi Komunitas ini untuk menjadi Saker, dan mandiri menjadi Akademik Komunitas Negeri Bontang.
"Tetu saja kami sangat bangga dan mendukung, karena itu merupakan tujuan awal kita seluruh PDD agar bisa mandiri," ujar Ibayasid.
Kendati demikian, Ibayasid menguraikan sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan mandiri, yakni harus ada pengajar tetap sebanyak 3 orang sarjana strata dua (S2).
“Untuk bisa ditetapkan mandiri harus ada 3 orang pengajar per 3 program studi. Dan kalau di Bontang ini ada program studi alat berat petro dan oleokimia, jadi memerlukan 6 dosen tetap sehingga yang diharapkan pada tahun 2017 bisa segera terwujud," paparnya.
Senada, Walikota Bontang Neni Moerniaeni pun mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Meskipun Kota Bontang tengah mengalami devisit anggaran, namun pihaknya masih mampu memberikan beasiswa Smarty kepada mahasiswa sebesar 5 juta.
"Seperti yang kita ketahui bahwa Kota Bontang mengalami kondisi keuangan yang sangat signifikan, tapi itu bukan menjadi kendala buat kami untuk menciptakan generasi yang tangguh,” tukas Neni.
“Dalam kesempatan ini, kami memberikan beasiswa Smarty kepada mahasiswa dengan harapan menjadi motivasi dalam belajar. Saya pribadi sangat berharap para mahasiswa ini dapat menjadi generasi bagi Kota Bontang untuk kedepannya yang jauh lebih baik." paparnya .

