PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

506 Ribu Hektare Sawit Swadaya Kaltim Bakal Nikmati Harga Plasma Rp3.600 per Kg

Home Berita 506 Ribu Hektare Sawit Sw ...

Setengah juta hektare sawit swadaya di Kaltim selama ini dijual murah. Pemprov Kaltim kini setarakan harganya dengan plasma demi Asta Cita Prabowo.


506 Ribu Hektare Sawit Swadaya Kaltim Bakal Nikmati Harga Plasma Rp3.600 per Kg
Kabar penyetaraan harga TBS ini menjadi angin segar bagi pekebun mandiri. (dok: istimewa)

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pekebun mandiri disetarakan dengan pekebun plasma di angka Rp3.600 per kilogram.

Kebijakan ini untuk mengakhiri harga di lahan seluas 506.929 hektare.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan kebijakan ini agar pekebun swadaya mendapat nilai ekonomi adil.

“Kami terus berupaya memberikan yang terbaik. Jika pekebun plasma menikmati harga berkisar Rp3.600 per kilogram, maka pekebun mandiri juga harus mendapatkan harga yang sama,” ujar Seno, Rabu (7/10/2026) usai membuka Pelatihan Pembenihan dan Teknologi Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kaltim, harga TBS umur 10-20 tahun ini ditetapkan Rp3.617,55 per kilogram. Penguatan memicu melonjaknya harga CPO global yang mencapai Rp15.471 per kilogram.

Namun selama ini, harga acuan itu baru mengikat bagi pekebun plasma yang terjadi secara resmi. Pekebun swadaya kerap dijual di bawah harga.

Menurut Seno, penyetaraan ini akan mendorong transformasi ekonomi Kaltim dari ketergantungan sumber daya alam tak terbarukan ke perkebunan berkelanjutan.

Terlebih lagi, sawit diproyeksikan jadi pilar hilirisasi energi nasional melalui pengembangan BBM B50.

“Sesuai program Presiden bahwa sawit bisa dikembangkan menjadi produk turunan B50. Tentu ini akan meningkatkan harga jual TBS ke depan,” tambahnya.

Pelatihan bertema “Petani Sawit Sukses Menuju Generasi Emas” yang diinisiasi DPP Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kaltim pada 6-7 Oktober 2026 dinilai jadi kunci.

Ketua DPP FPKS Kasbudi menyebut pelatihan untuk mendorong pekebun mengadopsi teknologi modern.

“Program komoditas sawit menjadi perhatian serius Presiden Prabowo agar bisa dikembangkan di seluruh provinsi. Kami berupaya menangkap peluang tersebut sekaligus mendukung program pemerintah melalui peningkatan mutu kebun,” kata Kasbudi.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara DPP FPKS Kaltim dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim untuk pengembangan perkebunan daerah. Wagub Seno juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pekebun sawit teladan di Kaltim.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :