Investasi Bontang triwulan III 2025 serap 317 tenaga kerja, didominasi PMDN, bukti dampak ekonomi nyata dan iklim usaha kondusif.
EKSPOSKALTIM, Bontang - Realisasi investasi di Kota Bontang pada triwulan III tahun 2025 tak cuma soal angka yang menggiurkan. Lebih dari itu, investasi tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal dalam bentuk lapangan kerja baru. Ratusan warga Bontang kini mendapat peluang kerja berkat geliat investasi di berbagai sektor usaha.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mencatat, dari total 206 pelaku usaha non-UMK yang aktif, sebanyak 196 merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan hanya 10 pelaku usaha yang tergolong Penanaman Modal Asing (PMA).
Kegiatan usaha tersebut berhasil menyerap 307 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 10 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang tersebar pada 330 proyek investasi.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, menyampaikan bahwa data tersebut menunjukkan dampak langsung dari investasi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Artinya, investasi yang digerakkan oleh pelaku usaha lokal benar-benar memberi dampak nyata terhadap peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat Bontang," jelasnya.
Aspiannur menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang untuk terus memperkuat sektor industri serta membuka lebih banyak lapangan kerja baru. Upaya tersebut diwujudkan melalui langkah konkret, seperti menjaga iklim investasi yang kondusif, memberikan kemudahan perizinan, serta pendampingan usaha.
"Terpenting juga pelayanan yang cepat dan transparan," katanya.
Selain itu, DPMPTSP mendorong para pelaku usaha untuk disiplin dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas investasi di daerah.
"Kami berharap capaian positif ini dapat terus meningkat hingga akhir tahun," ujar Aspiannur.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan peran aktif pelaku usaha, Kota Bontang terus menunjukkan perkembangan positif dalam menarik investasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan kesempatan kerja.

