PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

109 Ribu Keluarga di Kaltim Berisiko Stunting!

Home Berita 109 Ribu Keluarga Di Kalt ...

109 Ribu Keluarga di Kaltim Berisiko Stunting!
ILUSTRASI Seorang balita memiliki lingkar lengan terlalu kecil untuk anak seusianya. Foto: Bandungbergerak.id

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Sebanyak 109.342 keluarga di Kalimantan Timur (Kaltim) masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting (KRS). Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) setempat menegaskan komitmennya untuk menekan angka tersebut demi mencetak generasi cerdas menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami sudah lama mengidentifikasi KRS, tapi tahun ini kami perkuat lagi langkah mitigasinya. Kuncinya kolaborasi, dari pusat sampai desa,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Nurizky Permanajati, di Samarinda, Selasa (14/5).

Ia menekankan pentingnya pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media, dalam menangani masalah ini. Semakin banyak pihak terlibat, kata Nurizky, maka upaya pencegahan dan penanganan stunting akan lebih efektif.

“Media punya peran besar dalam memberikan edukasi, terutama soal pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan. Informasi ini harus sampai ke ibu hamil dan menyusui agar mereka paham pentingnya gizi sejak dini,” tambahnya.

Menurut Nurizky, periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) sangat krusial. Di masa ini, potensi stunting bisa muncul, tetapi juga masih sangat mungkin dicegah jika ditangani dengan tepat.

Dari total 875.586 keluarga di Kaltim pada 2024, lebih dari 100 ribu terdeteksi menghadapi berbagai tantangan, seperti ketiadaan akses jamban sehat dan air minum layak. Umumnya, mereka berasal dari keluarga prasejahtera yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk makanan bergizi.

Sebagai upaya nyata, BKKBN juga mendorong program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Tahun ini, Genting menargetkan intervensi untuk 7.490 keluarga melalui bantuan nutrisi dan non-nutrisi.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :