PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tragedi Muara Kate, Sudahkah Polisi Pakai Scientific Investigation?

Home Berita Tragedi Muara Kate, Suda ...

 Tragedi Muara Kate, Sudahkah Polisi Pakai Scientific Investigation?
Komisioner Kompolnas periode 2019-2024, Poengky Indharti.

apakabar.co.id, JAKARTA - Nyaris tiga pekan, polisi tak kunjung menemukan siapa pembunuh Rusel (60).

Sebelumnya, pemangku adat itu dibunuh orang tak dikenal saat tertidur pulas di posko anti-truk hauling, 15 November 2024. Sudah setahun belakangan posko demikian didirikan warga yang resah akan lalu lalang truk batu bara.  

Rusel tewas dengan luka sayatan di bagian leher, sedangkan rekannya, Anson (55), selamat dari percobaan pembunuhan, kendati harus menderita luka sayat di bagian leher.

Komisioner Kompolnas periode 2019-2024 Poengky Indharti berharap Polres Paser mendorong penyidikan secara profesional dengan dukungan scientific crime investigation.

"Supaya hasilnya tidak terbantahkan. Penyelidik perlu menggali keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti dari tempat kejadian perkara," kata Poengky kepada media ini.

Penyelidik juga perlu mendalami dari keluarga Rusel dan dari keterangan Anson jika luka-lukanya sudah membaik, "siapa yang terlihat mencurigakan sebelum penyerangan di pagi buta itu," sambungnya. 

Poengky berharap polisi memaksimalkan scientific crime investigation. Termasuk mengecek CCTV jika ada. Lalu mengecek handphone siapa saja yang ada atau dibawa di TKP dengan memeriksa celldump, serta melakukan pemeriksaan forensik terkait luka korban dan senjata yang dipergunakan.

"Saya berharap Polda Kalimantan Timur memberikan asistensi kepada Polres Paser agar kasus Muara Kate dapat segera dibongkar, pelakunya ditangkap, dan tidak ada lagi kekerasan terhadap masyarakat," jelasnya.  

"Periksa lagi, jejak-jejak sepatu atau kaki pelaku, sidik jari dan DNA di TKP. Termasuk keterangan saksi-saksi di TKP kemungkinan melihat orang yang mencurigakan," sambungnya. 

Ia kemudian mempertanyakan kinerja polisi. Apakah benar-benar sudah melakukan olah TKP secara maksimal. "Pertajam pemeriksaan TKP, karena TKP bisa 'bicara," jelasnya. 

Mabes Polri, disebut Poengky juga perlu asistensi. "Terutama mengatasi hadicap kurangnya alat-alat modern untuk membantu, serta melakukan analisa bersama berdasarkan pattern (pola) kasus-kasus terkait tambang untuk melihat potensi pelaku.

Poengky melihat upaya yang dilakukan masyarakat adalah untuk menjaga lingkungan agar tidak rusak. “Dan ini dilindungi Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri LHK No. 10 tahun 2024,” kata dia.

Sebagai informasi, kasus penyerangan ke posko hauling diduga kuat ada kaitanya dengan sikap masyarakat yang menolak aktivitas truk batu bara. 

Warga Muara Kate, termasuk mendiang Rusel dan Anson melarang truk batu bara melintas dengan mendirikan pos di perbatasan Kalsel-Kaltim itu. 

Penolakan warga ini merupakan puncak dari kejengkelan warga setelah pada akhir Oktober 2024, seorang pendeta bernama Veronika tewas setelah terlibat tabrakan dengan truk pengangkut batu bara.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Paser AKBP Novy Adhi Wibowo memastikan perburuan terhadap pembunuh Russel masih terus berjalan. 

"Anggota masih di lapangan semua. Mohon doa," kata dia. 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :