Surplus 1,28 miliar dolar AS, neraca perdagangan Kaltim pada Agustus 2026 tetap kokoh meski ekspor turun 3,6 persen. BPS mencatat diversifikasi mulai terlihat, hasil industri naik 51,87 persen dan ekspor nonmigas jadi penopang utama.
EKSPOSKALTIM , Samarinda – Neraca perdagangan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Agustus 2026 surplus 1,28 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Pencapaian tersebut ditentukan oleh kinerja komoditas nonmigas.
“Surplus perdagangan ini didukung sektor nonmigas yang kelebihan nilai dagang 1,71 miliar dolar AS, sementara sektor migas defisit 426,13 juta dolar, sehingga total surplus menjadi 1,28 miliar dolar,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Mas'ud Rifai di Samarinda, Sabtu (4/10/2026).
Ia menjelaskan, perubahan struktur ekspor mulai terlihat. Kaltim tidak lagi hanya mengandalkan batu bara dan migas. Hasil industri justru naik 51,87 persen dibandingkan Juli 2026, sementara hasil tambang turun 16,61 persen.
Komoditas lemak dan minyak hewani/nabati bahkan melonjak 84,27 persen. Hal ini menunjukkan diversifikasi produk unggulan mulai menguat di Kaltim.
Mas'ud menyebut, China tetap menjadi pasar ekspor terbesar Kaltim dengan porsi 32,23 persen, disusul India dan Filipina. Sementara Vietnam dan Taiwan mengalami penurunan permintaan signifikan pada bulan Agustus.
“Secara kumulatif Januari-Agustus 2026, kinerja perdagangan luar negeri Kaltim tetap positif dan mencatatkan surplus yang konsisten, melemahkan harga dan permintaan pasar global mempengaruhi nilai ekspor bulanan. Surplus kumulatif perdagangan Kaltim mencapai 9,11 miliar dolar AS,” katanya.
Ia menilai, nilai ekspor Kaltim pada Agustus 2026 tercatat 1,88 miliar dolar AS atau turun 3,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya (bulan ke bulan). Penurunan terjadi baik di sektor migas maupun nonmigas.
Ekspor migas turun 13 persen menjadi 86,63 juta dolar AS, antara lain dipengaruhi tidak adanya ekspor gas alam pada bulan tersebut. Sementara ekspor nonmigas turun tipis 3,09 persen menjadi 1,79 miliar dolar AS.
“Meski terjadi penurunan bulanan, secara tahunan ekspor Kaltim justru naik 2,85 persen dibandingkan Agustus 2025. Sepanjang Januari-Agustus 2026, ekspor Kaltim tumbuh 5,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya.
Di sisi impor, penurunannya lebih tajam. Impor Kaltim turun 15,94 persen, dari 706,71 juta dolar AS pada Juli menjadi 594,06 juta dolar AS pada Agustus. Penurunan didorong impor migas yang anjlok 18,01 persen, sedangkan impor nonmigas hampir stagnan dengan penurunan 0,02 persen.

