EKSPOSKALTIM.com, Balikpapan - Salah satu persoalan krusial dihadapi bangsa ini adalah tingginya peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Seperti kita ketahui bersama, daya rusak narkoba sangat luar biasa, merusak karakter, merusak fisik dan kesehatan masyarakat, serta dalam jangka panjang berpotensi besar menganggu daya saing sumber daya manusia dan kemajuan bangsa.
Secara nasional, Provinsi Kaltim masuk dalam kategori mengkhawatirkan terkait Narkoba. Pasalnya, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2017, Kaltim menempati posisi ketiga dan bertahan hingga tahun 2018 dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Baca juga: Sikap Isran Usai Kaltim Diumumkan Jadi Ibu Kota Negara
Perubahan positif terlihat pada tahun 2019. Kaltim berhasil turun dua peringkat di posisi kelima. Hal tersebut patut kita banggakan, tapi tak boleh membuat lupa diri karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan dengan berbagai inovasi dan langkah kongkrit demi menekan peredaran narkoba di bumi etam tercinta.
Menurut pengamatan Badko HMI Kaltim-Tara, turunnya persentase peredaran narkoba di Kaltim tidak terlepas dari kerja keras Kapolrda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto beserta seluruh jajaran dan pihak terkait.
“Maka dari itu kinerja dari Kapolda Kaltim selama bertugas 1 tahun 8 bulan di bumi etam patut kita apresiasi, pasalnya telah berhasil menekan peredaran narkoba di Kaltim dari posisi ketiga nasional (2017) ke posisi lima nasional (2019), dan melakukan terobosan baru dengan meresmikan posko di pasar segiri untuk mengawasi peredaran narkoba di kawasan tersebut pada tanggal (28/8/2019) lalu,” ucap Ketua Umum Badko HMI Kaltim-Tara Abdul Muis dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/8).
Baca juga: Silaturahmi Forum Kebangsaan, Isran Minta Jaga Keharmonisan Masyarakat Kaltim
Seperti yang diketahui, lanjutnya, kawasan Pasar Segiri selama ini dikenal sebagai salah satu pusat peredaran narkoba di Kota Samarinda yang sulit teratasi. Namun dengan adanya langkah kongkrit seperti pengadaan posko, membuat pihaknya semakin optimis bahwa peredaran narkoba di Kaltim dapat diminimalisir.
“Kami berharap semua pihak terkait termasuk masyarakat dan kaum muda sinergis dalam mengatasi hal ini, karena narkoba adalah musuh kita bersama yang dapat mengancam masa depan bangsa Indonesia khususnya provinsi Kaltim,” tandasnya.

