22 Juli 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pemprov Kaltim Siapkan Rp 21,9 M Normalisasi Karang Mumus


Pemprov Kaltim Siapkan Rp 21,9 M Normalisasi Karang Mumus
Gubernur Kaltim Isran Noor. (Dok.EKSPOSKaltim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Gubernur Kaltim Isran Noor meminta semua pihak bersabar terhadap kinerja pemerintah untuk mengatasi persoalan banjir di Kaltim, khususnya Samarinda selaku ibukota provinsi.

Ia menegaskan, pihaknya akan berusaha mewujudkan keinginan rakyat agar Kota Tepian dapat bebas dari bencana banjir.

Baca juga: BPK Kaltim Ajak Wartawan Dukung Pengawasan Keuangan Daerah

Isran juga mengajak semua pihak, masyarakat dan termasuk juga wartawan ikut membantu upaya-upaya penyelesaian permasalahan banjir di ibu kota Kaltim, Samarinda.

“Semua butuh proses. Baik itu pengurusan dokumennya maupun koordinasi SDM yang melaksanakan,” ucapnya.

Isran enggan menyalahkan Pemkot Samarinda yang terkesan pasif terutama untuk proses pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) di beberapa titik. “Tak perlulah ada masukan untuk pemkot. Yang penting action saja,” imbuhnya.

Yang jelas, kata Isran, Pemprov Kaltim sudah siap menggelontorkan dana di APBD 2019 sebesar Rp1,9 miliar dan APBD Perubahan 2019 sebesar Rp20 miliar untuk program pengendalian banjir di Samarinda, termasuk untuk pengerukan sungai.

Total dana yang disiapkan untuk pengerukan Gang Nibung, penyempitan aliran sungai di belakang Pasar Segiri dan sejumlah titik lainnya mencapai Rp21,9 miliar.

“Ah, tidak juga. Mungkin banyak dokumen yang harus disiapkan, masyarakat juga perlu didengarkan. Secara teknis rapat-rapat koordinasi terus dilakukan staf pemprov dengan staf Pemkot Samarinda. Karena ini termasuk kerja darurat dan mendesak, maka kami sepakat bekerjasama dengan TNI melalui Korem 091/ASN,” tegas Isran.

Baca juga: Dewan Maksimalkan Lobi Pusat Agar Kaltim Terpilih Jadi Ibukota Negara

Ia berharap dengan pengerukan sungai yang pendangkalannya saat ini diperkirakan sudah mencapai angka 75-80 persen, maka arus air akan menjadi lancar dan banjir bisa diatasi.

Bukan hanya di Samarinda, program pengendalian banjir juga diarahkan ke Kota Bontang dan Balikpapan. Kota Bontang saat ini sudah proses lelang. Programnya pengerukan Sungai Kuntung dengan nilai Rp29 miliar.

Sedangkan Kota Balikpapan sudah dilakukan penandatanganan kerja sama antara Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Pemkot Balikpapan dan Dinas PUPR Kaltim untuk pengerukan Sungai Ampal. Pemprov Kaltim menyediakan ruang anggaran sekitar Rp20 miliar. (*)

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0