18 Juni 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

HMI Samarinda Temukan Pelanggaran HAM Saat Pengamanan Aksi 22 Mei


HMI Samarinda Temukan Pelanggaran HAM Saat Pengamanan Aksi 22 Mei
Koordinator Bidang Hukum dan HAM HMI Cabang Samarinda, Budi Santoso. (ist)

EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Aksi 22 Mei 2019 memang telah usai, namun menyisakan banyak cerita di balik kejadian tersebut. Aksi yang berujung kericuhan itu menimbulkan banyak sorotan dari berbagai pihak, tak terkecuali pengurus HMI Cabang Samarinda

Koordinator Bidang Hukum dan HAM HMI Cabang Samarinda, Budi Santoso menyayangkan apa yang telah terjadi. Dia mengatakan bahwa dalam sebuah video mengenai aksi 22 Mei 2019 di depan Bawaslu RI, nampak pengamanan yang dilakukan terhadap massa aksi terasa kurang manusiawi.

Baca juga: Raperda RZWP3K Kaltim Diuji Publik

"Pengamanan yang dilakukan mengapa harus sampai ada korban berjatuhan, sebagai contoh di salah satu video yang beredar terdapat salah satu pelaku yang dianggap melakukan provokasi di tangkap lalu di pukul secara tidak manusiawi," ungkap Budi melalui keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Jumat (24/5).

Ia menilai hal itu merupakan pelanggaran daripada poin Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Selain itu, pihak kepolisian juga dinilai tidak menjalankan fungsinya sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2012 tentang tata cara penyelenggaraan pengamanan perkara penyampaian pendapat di muka umum.

"Seharusnya pihak kepolisian dapat menjalankan pengamanan sesuai dengan aturan yang berlaku dan menghormati HAM sesuai pasal 28 huruf E Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2012," tambahnya.

Baca juga: Berkah Ramadhan, Pupuk Kaltim Tebar Kebahagiaan Bagi Masyarakat Guntung

Dia pun meminta kepada Komnas HAM untuk bisa mengusut tuntas kejadian yang telah terjadi dan menelaah secara komprehensif pihak-pihak siapa saja yang terlibat, serta dapat benar-benar melakukan penegakan sesuai dengan nilai-nilai Hak Asasi Manusia.

"Saya berharap ada penuntasan kepada kasus ini, dan kepada Komnas HAM, saya meminta untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran HAM yang terjadi pada Aksi 22 Mei 2019 di depan Bawaslu RI, jangan sampai ada kejadian serupa terjadi lagi, bahkan diupdate media terakhir yang saya lihat ada 6 orang yang sudah menjadi korban," tegas Budi.

Kata dia, penegakan aturan harus dilakukan agar ada jaminan setiap individu mendapatkan haknya sebagai manusia dalam berkumpul, dan menyampaikan aspirasinya sesuai dengan UUD 1945 Pasal 1 ayat 2 dan pada pasal 28E ayat 3 mengenai kebebasan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat.

Reporter : Rilis HMI Cabang Samarinda    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0